Cinta beda Agama

Saat cinta merasuk ke jiwa, itu jelas ANUGRAH. Anugrah dari siapa? Anugrah dari YANG KUASA.

Lalu bagaimana jika ada yang saling cinta namun BEDA AGAMA? ..itu TETAP anugrah dari YANG KUASA.

Jika TUHAN mempertemukan, mengapa agama memisahkan? ..lebih spesifiknya, jika TUHAN mempertemukan, mengapa MANUSIA (dengan menggunakan agama) TEGA, RELA dan BANGGA untuk memisahkan?

Maafkan pandangan saya, namun jika saling cinta, JALANKAN walaupun BEDA AGAMA.

Kenapa?

..karena CINTA adalah ANUGRAH. CINTA tidak mengenal PERBEDAAN, karena sifatnya MENYATUKAN, bukan MEMISAHKAN. Yang sifatnya memisahkan adalah KEBENCIAN, PEPERANGAN dan EGO untuk mempertahankan KEYAKINAN.

Seseorang bisa saja ber-argumen bahwa: CINTA yang timbul kepada orang yang beda agama sebenarnya adalah UJIAN dari TUHAN untuk melihat apakah seseorang tersebut lebih memilih NAFSU atau ketaatan akan agamanya.

Namun jika seseorang tersebut TELITI, maka ia akan temukan bahwa CINTA bukanlah NAFSU. Jika memang TUHAN menguji, IA pasti menguji NAFSU, bukan CINTA.

CINTA: “PERASAAN yang kuat untuk MEMBERI, MENGASIHI dan MENYAYANGI”.

NAFSU: “KEINGINAN yang kuat untuk MENGUASAI, MENGAMBIL dan MEMUASKAN DIRI”.

NAFSU MAKAN berbeda dengan CINTA MAKAN. Seseorang yang NAFSU untuk makan memiliki tujuan untuk MEMUASKAN DIRI, sedangkan seseorang yang CINTA makan memiliki tujuan untuk merasakan INDAH nya makan.

Bagaimana mungkin CINTA yang penuh keindahan, kelembutan dan kasih sayang dapat disebut NAFSU?

CINTA adalah ANUGRAH dari YANG KUASA, bukan ujian.

Lalu seseorang juga bisa ber-argumen bahwa: CINTA yang timbul kepada orang yang beda agama sebenarnya adalah ujian dari TUHAN untuk melihat apakah seseorang tersebut lebih memilih TUHAN nya, atau manusia?

Jika teliti, seseorang tersebut akan menemui bahwa TUHAN terlalu besar untuk CEMBURU kepada seorang manusia. IA tidak layak untuk mencemburui seorang manusia. Hanya orang yang AROGAN yang berani berkata bahwa TUHAN cemburu kepada seorang manusia.

Lalu seseorang juga bisa ber-argumen bahwa: Saat seseorang CINTA kepada orang yang beda agama, maka orang tersebut akan MASUK NERAKA.

Jika teliti, seseorang tersebut akan sadar bahwa: hanya TUHAN yang ber-hak menentukan seseorang masuk surga atau neraka. Manusia TIDAK LAYAK untuk menentukan siapa yang masuk surga atau neraka. Jika memang TUHAN tidak mengizinkan dua orang yang berbeda agama untuk saling cinta, IA tentu tidak akan memberikan rasa itu sejak awal.

..dan jika KAMU adalah orang yang bingung akan apa yang harus kamu lakukan saat menghadapi cinta beda agama, maka JALANI SAJA, jangan takut, jangan BANYAK BERFIKIR. NIKMATI rasa itu, NIKMATI anugrah itu.

Lalu bagaimana dengan jenjang pernikahan nanti? ..bukankah sulit untuk menikah jika beda agama? ..bukankah nanti konflik dengan masing-masing keluarga? ..kalau punya anak nanti dia kasihan bingung milih agama!

TENANG, JANGAN TAKUT!

Jika memang CINTA, kalian akan TEMUKAN JALAN. Jika memang JODOH, semua masalah BISA DISELESAIKAN.

Mungkin TUHAN mempertemukan kalian yang berbeda agar kalian bisa belajar untuk saling menghargai.

Mungkin TUHAN mempertemukan kalian yang berbeda agar kalian bisa jadi inspirasi.

Mungkin TUHAN mempertemukan kalian yang berbeda hanya untuk sementara agar kalian bisa belajar dari pengalaman.

Apapun itu, CINTA adalah ANUGRAH.

HARGAI, JALANI, NIKMATI.

-RF-


Jika suka, berbagilah:

101 Komentar di Cinta beda Agama

  1. Krishna Hanggara
    July 9, 2017 at 2:56 pm

    Yang buat article muslim bukan?sudah pernah baca alquran?dan bagi pembaca yg muslim, ada baik nya pahami pahami alquran atau tanyakan pada ulama .hukum orang nikah beda agama .

    Reply
  2. Ramdhanmochammad
    May 12, 2017 at 1:59 am

    Saya punya pertanyaan buat kalian, sebelum nya saya minta maaf atas pertanyaan saya kalau memang pertanyaan saya membuat kalian merasa tersinggung. “apa benar, kalau kita punya hubungan yg berbeda agama selalu membuat kita merasa sangat nyaman? Dan berhubungan dengan yg seagama tidak senyaman yg berbeda agama?”

    Reply
  3. rizsetyo
    April 8, 2017 at 10:53 am

    Hallo, selamat pagi
    Saya rizal

    Disini saya membutuhkan masukan dari temen-temen semua dari sudut pandang apapun. disini intinya saya bingung untuk bersikap

    saya dan pacar saya beda agama saya islam dan dia hindu. saya pacaran sudah hampir 5 tahun di pertemukan di tempat saya menuntut ilmu.

    Setelah 5 tahun pacaran masalah tentang beda agama muncul, dari sisi orangtua saya membolehkan saya nikah dengan beda keyakinan akan tetapi masih menggunakan cara yg umum diindonesia dengan cara pacar saya disuruh mengikuti keyakinan saya, saya sudah mengkomunikasikan hal ini dengan orang tua pacar saya, dan orang tuanya bilang iklhas kalo memang keyakinan anaknya pindah ikut saya, asalkan anaknya memang benar2 dan bersungguh2 untuk menjalin hubungan yg serius di kemudian hari.

    Disini masalah dimulai, setelah orangtua saya dan orangtua sudah sama sama memberi pernyataan, dan dari saudara2 saya sudah setuju dan berkeinginan mengajari pacar saya tentang islam, ternyata timbul ketidaksetujuan dari saudara2 pacar saya yang berada di kampung halaman, dan disini orang tua dari pacar saya sudah meng iyakan dan mengikhlaskan tapi ada yg masih jangal dari saudara pacar saya.

    saya ingin saran dari teman2 semua bagaimana saya harus bersikap terhadap keadaan ini?

    saya percaya tuhan maha pengasih dan penyayang :’)

    Reply
  4. *sigh*
    March 16, 2017 at 2:02 am

    Well, saya bisa sampai di tulisan ini awalnya utk mencari jawaban dr pertanyaan yg selama ini mengganggu saya di google dengan keyword “bagaimana jika jodoh kita beda agama”. Ofc, pertanyaan ini gak tiba2 muncul kecuali saya pernah ngarasain gimana menjalin hubungan dengan yang berbeda agama. Saya seorang perempuan muslim dan mantan pacara saya seorang Hindu. Setelah browsing2, jujur aja ga ada tulisan yang bener2 ngejawab pertanyaan saya diatas, apalagi portal2 islami. Yang saya baca hanya tulisan yang terkesan “merendahkan” wanita yang dianggap lemah iman sehingga tidak boleh menikahi laki2 “kafir” katanya.
    Saya dan dia kenal dan dekat kira2 selama 2 tahun dan dipertemukan di kota perantauan kuliah. Selama pacaran, kita cukup toleransi dengan agama masing2 sebagaimana dia menemani saya sahur dan mengingatkan untuk ibadah atau saya datang ke Bali untuk upacara adat. Yang saya tahu pasti memang laki2 Hindu itu hampir tidak mungkin untuk pindah agama. Saya dan dia sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan ketika hal itu yang jadi pemersatu. Tekanan pasti banyak datang dari keluarga yang sayangnya di Indonesia, agama dianggap sebagai legacy bukan keyakinan dr diri sendiri. Saya pribadi setuju banget dengan tulisan ini, yang saya percaya, Tuhan tidak akan mengkotak2an ciptaannya atas dasar agama, ketika hanya satu agama saja yang “benar”, berarti Dia hanya mencintai sebagian dr makhluknya which is not fair at all. Dan Dia tidak akan mempertemukan umatnya yang berbeda dengan cinta yang luar biasa jika tidak ada kebaikan didalamnya. Setelah akhirnya dengan berat hati kami mengakhiri hubungan, muncullah pertanyaan2 seputar bagaimana jika jodoh kita memang berbeda agama dan konsep dasar ketuhanan itu sendiri. Beberapa hari yang lalu saya sempat secara tidak sengaja melihat postan foto senior saya, yang saya tahu memang orang tuanya berbeda agama, ayahnya hindu dan ibunya muslim, di foto itu dia terlihat mengenakan pakaian adat bali karena sedang melaksanakan upacara metatah tapi ketika di kampus dia melaksanakan solat, yang saya cukup amazed adalah ternyata ibunya memakai kerudung syar’i. Muncullah kemudian pertanyaan “adakah jalan untuk saya?”. So, apakah mereka yang memisahkan hubungan beda agama dapat menjelaskan fenomena orang2 yang menikah berbeda hingga akhir hayatnya?

    Reply
  5. Uchy
    March 6, 2017 at 6:33 am

    Hay aku uchy..
    Share dikit yaa.
    Sya mngalami cinta beda agama udah 9 tahun dari kelas 1 SMA smpai skrng hubungan kami nga punya arah dan tujuan yang jelas.
    Semenjak dia menjadi anggota polri,hubungan ini makin rumit
    Sya muslim,dan di nasrani.
    Dia ingin sya ikut dng agamanya,begitupun sebaliknya.
    Satu sama lain tdk ada yg mau mengalah.
    Sudah hampir sebulan,komunikasi itu tdk seperti sebelumnya.
    Hato sya sakit,hati sya hancur,selama 8 tahun belakang sya selalu siap dan selalu ada buat dia..
    Kamis tepatnya tgl 2 maret 2017 dia menulis pesan via WA. “mungkin hubungan qt sampai di sini saja,orang tua satu sama lain mmpertahankan anaknya,jadi perlahan lupakan saja kenangan kita”. Itu pesan yg masuk.
    Sya sangat kecewa dng sikapnya yg memutuskan hubungan lewat handphone,bagaimanapun sya butuh penjelasan langsung darinya.
    Ke esokan harinya sya down,sya sakit rasanya hancur sdh sia² penantian sya dng dia..
    Sampai skrng,sya di rawat di Rumah Sakit Mokopido.kondisi sya masih sama.
    Diapun sudah tidak perduli lagi dng sya

    Reply
  6. Shiva
    December 4, 2016 at 9:52 pm

    Allah gk mgkin ngasih ujian lbh dr kemampuan hambaNya kok.
    Jalanin aja, semua pasti ada jalan nya. Entah itu sesuatu yg indah atau mgkin sebaliknya..
    Apapun itu, kita harus terima dgn ikhlas. Kita harus yakin, rencana Allah itu akan indah pada waktunya.. kalo org itu gak baik buat kita, Allah gk mgkin ngasih rasa itu terlalu lama buat org itu, tapi kalo emg jodoh, Allah pasti punya jalan buat menyatukan nya. Percayalah, rencana Allah lebih indah dr apa yg kita bayangkan..

    Reply
    • Andri
      June 18, 2017 at 8:08 pm

      Betul banget mba Shiva Kalo kita yakin pasti ada jalan untuk menyelesaikan itu semua, justru perbedaan itulah yang mengajarkan kita untuk saling menghargai dan saling toleransi satu sama lainnya

      Reply
  7. yuanita
    November 16, 2016 at 8:26 pm

    aku dan dia mungkin terlalu lemah untuk memulai dan merasakan perbedaan ini, namun apalah mau di kata jika rasa yang tak pernah kita bayangkan kini mulai membungkus kendali hidup cinta kita. apakah tuhan akan setega itu memisah kan cinta yang terlalu pedih ini, tak seharusnya juga mereka yang tidak ikut merasakan namun ikut menentang. mungkin biarkan kami merasakan cinta yang tuhan jadikan anugerah ini sejak, setidaknya hingga kami yakin akan apa yang terjadi suatu hari nanti

    Reply
    • anton
      January 10, 2017 at 7:22 am

      Bagus juga bagai mana pun cinta rahmat yang maha kuasa tuhan bukan nafsu klo sa andaynya salah ya untuk ap tuhan memanamkan cintanya kepada orang yg beda agama

      Reply
  8. Yoshin Rhin
    November 5, 2016 at 11:59 pm

    hallo,.

    saya eryo,. saya hanya ingin share soal pengalaman saya,.

    saya orang yang sangat idealis dan percaya akan TUHAN,. saya sudah 3 kali memiliki hubungan dengan pasangan beda keyakinan, mungkin bagi yang belum merasakan hubungan beda keyakinan,. meraka akan berkata “lu udah tau endingnya, kenapa masih diterusin, keledai aja nda akan jatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya, apalagi ketiga kalinya”, yah mungkin saya lebih bodoh dari keledai,. ahahahaha

    tapi di balik kebodohan saya, saya menemukan hal yang mungkin di sebut takdir, saya bertemu dengan si A si B lalu si C tampa saya inginkan atau saya harapkan, semuanya secara kebetulan,. mereka datang silih berganti mengisi hati saya,.

    mereka datang dan pergi dengan pola yang sama, datang dengan sendirinya seperti merpati dengan sayap yang patah lalu pergi setelah pulih,. ya begitulah, saya hanya tidak bisa menutup mata ketika saya merasa dibutuhkan, saya sering mengerutu di dalam hati “jika hanya sebagai persinggahan, kenapa “ENGKAU” tumbuhkan cinta di hati mereka”,.hingga dengan kondisi yang complicated saya harus memiliki satus yang jelas dengan mereka dan pada akhirnya harus tegas memutusi hubungan ini pula,. yah sekali aja udah putus nafas rasanya, apalagi sampe 3 kali,.tak tergambarkan rasanya cong,.

    baru baru ini saya mengakhiri hubungan dengan si C, rasa sesak itu masih ada,. pisah karena beda keyakinan itu rasa sakitnya agak sensasional, ahahahaha, meskipun terdengar lebay tapi itu nyata, mau alasanya jenuh, capek nunggu, selingkuh atau apapun itu yang mengeringkan hati, itu cuman bonus,. tetep aja rempah utamanya beda agama yang bikin lelah, disini kita ga bisa menyalahkan siapapun atau apapun, selain merasakan aja sakitnya,..

    saya saranin deh bagi yang kebetulan baca jika belum pernah punya hubungan dengan beda keyakinan, jangan coba-coba untuk uji nyali, jika itu masih bisa hindari, jika udah terlanjur mending anda memiliki komitment yang jelas, beda agama itu hubungan yang sulit,. namun tidak mustahil,. masih banyak cara untuk nikah beda keyakinan meskipun itu sangatlah tidak mudah, percayalah hal yang termudah adalah mengakhirinya..

    dan sangatlah tidak bijak jika anda menyarankan pasangan anda maupun anda untuk berpindah keyakinan hanya jika ingin menikahinya,. karena ini bukanlah sesederhana persoalan keyakinan siapa yang bener atau salah, ini soal bantin orang yang akan berpindah, tanggung jawab dan kadar sayang anda,.

    saya sangat menghargai mereka mantan saya yang berbeda keyakinan,. mereka adalah orang-orang yang membuat saya benar-bener menghargai perbedaan AGAMA masing masing,. mengingatkan waktu Ibadah, Sholat, ucapan selamat Natal, selamat Idul Fitri merupakan bumbu manis yang tersendiri, ketika bersama mereka saya merasa tidak ada pengkotak kotakan keyakinan, dan saya nyaman dengan itu.

    entahlah takdir manis apa yang di persiapkan diatas untuk saya, sehingga mereka pernah di titipkan ke saya, mungkin takdir sedang menempa mental saya sampe kuat untuk menerima “dal gadot” atau “Elizabeth Olsen” sebagai takdir saya,. hehehe

    usia saya hampir kepala 3, saya hanya berharap selanjutnya saya akan bertemu pasangan hidup terakhir bagi saya, saya sudah sangat lelah untuk terpaksa move on meskipun masih sayang,. saya juga harapkan tulus bagi temen-temen disini yang pisah karena beda keyakinan, rasa sakitnya akan di ringankan dan segera menemukan pengantinya,. and… dadah

    Reply
    • Mardati
      November 27, 2016 at 4:04 pm

      Semua pasti ada hikmahnya,saya jg ldr beda agama,saya sayang tapi gk mau masuk neraka

      Reply
      • Lily
        May 8, 2017 at 1:19 am

        Saya juga sama tidak mau masuk neraka apalagi membuat orangtua saya sedih

  9. Ananta Karisma
    November 5, 2016 at 11:16 am

    Nah,, sekedar saran sih… Kalau mau menjalani cinta beda agama,, know your purpose dulu. Kalau tujuannya untuk saling belajar karakter lawan jenis, it’s okay… tapi juga jangan berharap terlalu dalem,, begitu km udah merasa takut kehilangan dia,, saat itulah km harus menjauh dari dia atau negesin klo kamu ga bs pindah agama. karena klo dilanjutin pasti ujung2nya makin sakit apalagi klo km tipe orang melankolis. Klo emang tujuan kamu buat nikah,, jalanin dulu,, begitu ada kecocokan,, langsung teges dari awal… dia mau ngalah atau nggak untuk kamu. kalo ga mau ngalah,, ya udah berarti saatnya mencari wanita/ pria lain yg cocok sama kamu. Menjalani lebih jauh sambil ngarep adanya suatu keajaiban bahwa doi mau pindah agama,, malah bikin km makin dalem dan makin sakit nantinya. Klo emang dia niat serius sama kamu,, pasti dari awal dia mau pindah agama buat kamu. Kalo dia bilang jalanin dulu aja, jalanin dulu aja, kemungkinan dia cuman penasaran sama kamu,, emosi sesaat untuk ingin bersama kamu, logikanya lagi kalah sama perasaannya. Nah pas logikanya udah balik lagi,, besar kemungkinan dia tetep bertahan pada religi yg dianutnya,, dan here’s come the problem … mulai deh tarik tarikan dan debat agama tiada akhir. Jadi sebelum kamu memulai hubungan beda agama,, know your purpose,, and know when to stop,, when to move on to another person. Mungkin kalian semua menganggap hal kayak gini easy to say,, and hard to be done. Ya,, emang bener,, apalagi klo km udah terlanjur kebablasan cintanya sama doi,, berat pastinya. Tapi ya udah time never goes back kan,, jalanin aja ke depan.. belajar dari pengalaman,, ntar klo nemu yg beda agama lagi,, tetep jalanin aja… tapi u have to be strict this time… tegesin dari awal begitu dia udah nunjukin rasa cintanya buat kamu. Semangat kawan,, life is very beautiful,, selama kamu mau berpikir positif, pasti ada orang lain yg lebih baik yang akan datang ke kehidupan kamu. Have a nice day!

    Reply
    • Krishna Hanggara
      July 9, 2017 at 3:02 pm

      Setuju. Karena cinta .kita berpaling dari tuhan .nauzubillahi minzalikh .cinta kepada seorang hamba .bukan apa2 jika di bandingkan cinta kepada tuhan .

      Reply
  10. Vitri
    September 18, 2016 at 1:55 am

    Saya percaya kekutan cinta bisa menyatukan.
    Cinta nya harus kuat.
    Kedua cintanya harus kuat.
    Bukan salah satunya tapi keduanya.

    Laki-laki adalah seorang imam/pemimpin sudah kewajibannya menentukan pilihan yang BENAR.
    Jika memang mengharapKan pernikahan dalam satu nahkoda (agama)
    Sudah selayaknya sebagai laki2 tentukan pilihan agama yang benar atau yg paling baik dari yang baik atau terbaik.
    Tentu ada kan.
    Jangan memilih agama yg sudah dikenal dr kecil atau sudah nyaman.
    Ini bukan tentang kenyamanmu tp ttg keselamatan keluargamu kelak nanti.
    Pilih yang benar.

    Kesampingan ego sebagai laki2 buka hati dalam memilih sebuah agama.
    Karena pilihan ini bukan hanya untuk diri sendiri,melainkan untuk istri,dan anak.
    Mau dibawa kemanakah keluarga tersebut?
    Kejurang ato jalan yang lurus.

    Tapi sebagai wanita sudah sepantasnya menguji apakah pilihan lelaki tersebut sudah benar.
    Karena wanita dalam berkeluarga adalah menjadi Tiang Doa.
    Istri lah yang akan mendoakan suami dan anak2 nya. Dan menjadi guru pertama untuk anak2 nya.
    Sehingga sudah seharusnya yakin betul bahwa agama yang dipilihkan oleh suami nya itu benar.

    Sehingga 2 org yang berbeda agama ini harus melepaskan artibut keagamaan nya. Melepaskan ke egoisannya.
    Benar2 mencari kebenaran dalam agama krn kebenaranlah yang akan membebaskan mu.

    Tapi hal itu kendalanya EGOSI .karena egois adalah musuh terbesar dalam cinta.
    Gak banyak org yang bs lewatin fase mudah itu. (knp saya bilang mudah.memang hal mudah kok ketika hal itu kita jalanin dengan tenang dan percaya cinta akan mengkuatkan kita)

    Saya percaya pada kekuatan cinta itu besar(seorang ibu bs menahan sakit yg luar biasa krna cinta untuk anaknya,bnyk contoh ttg kekuatan cinta lainnya)

    Jika mash dalam pilihan agama masing2.Ttp masih Selalu ada jalan untuk seseorang yg saling mencintai untuk bersama, selama cinta itu ada.

    Ttp surga kita kelak nanti biar lah allah yang menilai.
    Krna surga itu hakikatnya urusan masing2 dengan tuhan. Itu hal yg gak bs diganggu gugat. Jd kita manusia jgn konyol menilai ato menghukum org lain.

    Saya mengalami hal ini.. Saya menerapkan hal ini.. Saya berikan 2 pilihan ini.
    Sayangnya org yang saya cintai memilih meninggalkan saya . Dgn alasan prinsip.

    Tp bagi saya ini bukan tentang prinsip ini adalah keegoisaan terbesar nya . Ketika memaksakan pasangannya untuk berpindah agama ke agamanya.tanpa menjelaskan baik tdk nya. Krna menurt saya kenal pilihan itu akan saya pertanggung jwbkan jd jika di memilihkan agamanya untuk sy dan anak2 saya nanti. Dia harus bs menjelaskan kenapa agama tersebut lebih baik dan dipilihnya.
    Dya hanya menjawab krn sudah nyaman.

    Ibarat dia bawa mobil dia udh tau jalan dan tau selahnya jd lbh enak bawanya. Krn menurt dya . Dia adalah suami yg akan jd pemimpin.
    Itu betul sekali pimikiran pasangan saya. Tp dya lupa saat dia mengendarai itu mau dia bawa kemana ? jurang ato sampai tujuan.
    Dya cm bs blg prinsip.
    Dan bagi saya itu egois. Bukan prinsip.

    Padahal Tuhan sendiri tidak pernah memaksa umat nya untuk beragama dalam agamanya yg iya ridhoi.(atau agama yang Tuhan terima).
    Jika allah memaksa ciptaannya dalam beragama sdh pasti seluruh manusia dalam 1 agama.

    Bagi saya ketika kita mencintai pasangan yang berbeda agama dan mengatakan sdh prinsip nya salah satu dipaksa ikut agamanya jika tdk harus putus itu namanya bukan cinta.

    Pada dasarnya jika mencintai harus memiliki.. Jika mencintai tak akan meninggalkan.

    Ketika pasanganmu tetap meninggalkanmu ketika kamu menerima dya yang berbeda itu tandanya dya tak mencintaimu..

    Beda hal jika memutuskan untuk saling meninggalkan berarti 2 org tersebut cintanya gak terlalu besar.

    Jika pertimbangan krn restu orang tua..
    Itu hanya alasan .. Orang tua hidup gak selamanya. Pasangan yang akan menemani hidup kita nantinya.
    Orang tua hanya merestui pilihan mu.
    Rasa cinta orang tua dan anak lah yang akan menyatukan.

    Hanya hati yang kuat yang dapat bersama …

    Jangan salahkan agama jika terjadi perceraian..
    Karena yang seagama pun banyak yang bercerai ..

    Sama hal nya jika ingin mengenal islam kenali al quran bukan pengikutnya
    Jika ingin mengenal kristen kenali injil bukan pengikutnya.

    Jika kita memilih agama dengan kesadaran sendiri dan menguji agama itu benar apa tidak.. Itu lah saat nya kita menggunakan salah satu kegunaan Tuhan memberikan akal pikiran.
    Kita saja bs mengkritisi negara,makanan,pendidikan tp kenapa agama kita tdk berani mengkritisi.

    Cinta itu tidak rumit.
    Jangan merumitkan cinta.
    Kebenaran sampai kapapun akan benar.
    Jadi jangan perdebatan tentang agama.

    Cinta beda agama yang dipertanyakan bukan tentang agamanya tapi tentang CINTANYA

    Reply
    • shrly
      September 20, 2016 at 9:51 pm

      Semua yg terjadi di dunia ini merupakan takdir Tuhan, itu berarti pertemuan dg pasangan beda agama jg merupakan takdirnya kan ? Lalu kalo memang pasngan beda agama itu banyak yg larang kenapa Tuhan mempertemukan pasangan beda agama itu ?
      Saya di sini belum begitu paham, jujur saja sampai skg saya selalu bertanya dlm hati mengapa Tuhan mempertemukan saya dg org yg nyaman namun di agama yg berbeda. Tolong yg lebih paham mengenai hal ini beri penjelasan kepada saya, terimakasih :)

      Reply
      • daniel hendry
        September 26, 2016 at 6:03 am

        jika agama kamu islam, saya pernah dengar pembicaraan qurais shihab di acara tafsir al misbah di metro tv pas bulan ramadan, beliau bilang boleh kok nikah beda agama.

    • vina
      December 5, 2016 at 9:59 pm

      Wow. Deep. So deep. Thanks for ur thaught

      Reply
  11. charles
    July 24, 2016 at 5:13 pm

    Aku charles,asli Medan Agama Kristen
    Menjalani hubungan dngan Agama muslim q bingung memilih,pisah tau bertahan,mhon kasih solusi dan kasih dukungan.

    Reply
  12. Septi
    July 1, 2016 at 7:32 pm

    Tidak bisakah cinta beda agama diperjuangkan? Haruskah selalu berakhir dengan perpisahan? Saya setuju dengan artikel diatas. Salahkan saya dan pasangan memiliki rasa ingin bersama2?

    Reply
  13. Bandung
    June 21, 2016 at 7:03 am

    Saya menikah berbeda agama hampir 25 tahun dan baik2 saja.. Selesaikan semua sebelum menikah, perjanjian anak beragama apa, dukungan orang tua, komitmen, dlsb.. Life is beautiful..

    Reply
  14. Siti
    May 10, 2016 at 7:18 am

    Kenapa Tuhan mempertemukan 2 insan yg berbeda agama. Sedangkan kita bingung menjalani nya bagaimana.dan sakitnya hati saya, di sisi lain saya dan dia tidak berani menjalani hubungan pacaran ini tapi kita selalu chat.n itu yg masih membuat saya merasa memiliki. Tapi kalau memang jodoh InsyAllah Tuhan menyatukan (amien)

    Reply
    • antiiekoo
      June 7, 2016 at 9:11 pm

      mungkin cerita kita hampir mirip mba Siti :’) saya pun demikian. tdk berani berkomitmen namun masih aja chat, tlpon, bahkan sering ketemuan. sedihhhhh rasanya :(

      Reply
    • hendra
      July 21, 2016 at 11:01 am

      Amin.

      Reply
  15. Mimi salpianti
    April 3, 2016 at 11:13 am

    Sama seperti yg aku alami

    Reply
  16. Bieber
    December 9, 2015 at 1:15 am

    ❤️

    Reply
  17. Bieber
    December 9, 2015 at 1:14 am

    Saya masih sangat muda 17thn masih jauh dari kata jodoh. Saya muslim pacar saya budha, mgkn saya memang hanya cinta monyet belaka tapi saya benar benar merasa nyaman dk tulus padanya, ibu saya mualaf jdi saya belajar banyak darinya tentang cinta beda agama. Saya sudah hampir 2 tahun pacaran, keluarga pcr sya setuju” saja begitupun dengan saya tapi keluarganya menentang utk pindah agama, saya dilema saya takut hubungan saya semakin jauh saat saya semakin dewasa, tapi saya benar” menyayangi nya dengan tulus, stiap saya sholat selalu saya panjatkan nama nya dalam doa, saya berharap dia jodoh saya kelak saat dewasa walaupun banyak tantangan tapi saya yakin pasti ada jalan.

    Reply
    • Siti
      May 10, 2016 at 7:08 am

      Seperti yg saya alami saat ini CINTA BEDA AGAMA ITU TULUS RASA CINTANYA

      Reply
  18. eriick
    October 11, 2015 at 4:28 pm

    gk perlu pnjg lebar
    kalo lo percaya kuasa tuhan. semua pasti ada jalan …gua korban cerita di atas. sekarang gua jalanin kisah nya.
    gak harus bercerita selebar ini itu. konsekuensinya tetap pada pndirian msing masing.

    sejauh mana bisa melangkah tergantung pada diri kita untuk menjalanin nya …..

    buat korban cinta yg berbeda keep smille kayak gua. jujur mnis pahit sdh gua rasain dlm kisah cinta gua…

    nb : tetap jalanin.positive smart …

    Reply
    • Atika
      February 10, 2016 at 9:59 am

      Susah

      Reply
  19. Harry (@harrymukti22)
    October 1, 2015 at 8:03 pm

    Gua lagi deket sama perempuan nasrani, dulu gua pernah bilang “yaelah ngapain sih pacaran ama org yg neda agama, kaya gada yg lain aja” tp gua baru ngerasain yg namanya cinta beda agama, ya gimana ya… Gua org nya berpikiran kedepan, lagian gua gamungkin juga ikut agama dia karena didikan agama dari org tua gua sangat keras. Jadi untuk hal yg seperti ini, gua gatau harus gimana lagi, krn emg udh sayang dan doi pun juga gt, dia ngertiin gua juga kaya misalnya suruh gua solat dll. Hmm sedih juga sih kalo udh begini

    Reply
  20. Satria
    July 15, 2015 at 2:38 pm

    Saya mengalaminya mas ron, cinta berbeda agama. Sudah tiga Tahun.Saya sudah membuat keputusan untuk meninggalkan dia, walaupun dia sangat sayang dan setia dgn saya… Tapi setelah proses perenungan yang panjang, ternyata dia yang saya yakini sebagai jodoh saya tidak seperti yang saya inginkan dari lubuk hati terdalam.. Baik saya dan pasangan saya saling memengaruhi iman (dasar hakiki dari agama), sehingga membuat keseharian kita dalam berhubungan sering berdiskusi tanpa akhir permasalahan agama dan pasangan saya cenderung memaksakan kehendaknya (memaksa saya secara halus atau pun ancaman untuk berpindah keyakinan)…Berdiskusi tentang agama tidak akan ada habisnya, karena itu masalah keyakinan, prinsip hidup… Saya berpikir, apakah ini yang disebut dengan kebahagiaan?.. Mungkin saya bisa memaksakan ke jenjang pernikahan, tetapi badai yang datang dalam kesehariannya akan sangat kacau…..

    Bagaimana pun agama adalah prinsip hidup manusia mas ron..
    Jika kita sudah berbeda prinsip, tentu saja dalam hubungan akan sangat berat kan? Bahkan cenderungnya akan banyak berdebat yang tidak ada akhir. Mas ron bisa lihat dari data-data, banyak pasangan berbeda agama yang walaupun mereka sama2 memiliki pemikiran yang dewasa dan hebat secara logika, pada akhirnya berpisah juga. Deddy Corbuzier, Jamal Mirdad, dsb.

    Pada waktu menjalani cinta berbeda agama, saya pernah membuat sebuah peribaratan kepada kekasih saya. Seperti ini mas:

    DUA ORANG KAPTEN KAPAL DUDUK DI KAPAL BERBEDA DI PELABUHAN, MEMANDANGI LAUT YANG SAMA,
    KAPTEN PERTAMA INGIN PERGI KE UTARA, KAPTEN KEDUA INGIN PERGI KE TIMUR. BUMI ITU BULAT, TUJUAN KEDUA KAPTEN ITU BERBEDA DAN TAK AKAN PERNAH BISA SATU..
    DAN MEREKA PADAHAL BERLAYAR DI LAUTAN YANG SAMA..

    MEREKA MENCOBA UNTUK BERLAYAR DI KAPAL YANG SAMA, TETAPI DGN DUA KEMUDI KAPAL, SATU INGIN LURUS, SATU INGIN KE KANAN. KAPAL PUN PECAH DAN MEREKA PUN TENGGELAM KE DASAR LAUT.

    Begitulah perumpamaan yang bisa saya gambarkan mengenai cinta dua orang berbeda agama, menyakitkan memang, tetapi berpisah menjadi hal yang terbaik menurut opini saya. Bukankah mas ron juga yang mengajarkan kita harus belajar iklas dalam mencintai seseorang, termasuk melepaskan seseorang yang bukan untuk kita.

    Cinta itu anugerah, saya yakin seratus persen dengan itu, tetapi jika ternyata anugerah itu bukan untuk kita, apakah kita harus terus memaksa menurutinya. Saya berpikir dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, jangan-jangan saya hanya menuruti EGO saya untuk menjadikan dia pasangan hidup saya.

    Lama kelamaan juga saya semakin berpikir tentang kebahagiaan pasangan saya.. Saya tidak mau kekasih saya mengalami nasib seperti orang tuanya (nikah beda, lalu cerai)… Agama tidak seperti suku, ras yang walaupun berbeda masih bisa disatukan. Sangat rumit sekali jika aturan dalam agama tertentu meng haramkan menikah berbeda.. Tentu salah satu pasangan nanti jika menikah akan ada yang dirugikan secara spritual.. Dalam hal ini, saya tidak mungkin bisa menikah dengan kekasih saya dulu karena dalam agama saya diharamkan untuk menikah berbeda.

    Saya berpikir logika mas ron tentang cinta itu memang benar. Bahwa itu anugerah dari yang Kuasa untuk manusia. Tetapi semua itu dikembalikan lagi ke pribadi masing-masing sih mas..
    Kalau dari saya sendiri, hidup itu harus mempunyai pedoman dan prinsip. dan prinsip yang saya pegang adalah ajaran agama saya. Maka dari pada itu, dengan berat hati saya memutuskan untuk meninggalkan kekasih saya itu.

    Saya sangat tahu bahwa hal ini sama-sama menyakitkan bagi kita berdua. Tetapi satu pesan yang saya tinggalkan bagi kekasih saya mungkin bisa menjadi inspirasi.

    Jika Tuhan kamu memang ada, dan benar-benar sayang dengan kamu, maka Dia akan menyembuhkan hatimu.
    Begitu juga dengan ku.

    dan saat ini, kami sama-sama menjalani proses move on itu mas ron.. ya sama-sama mendekat kepada agama, Jodoh dan Cinta kan yang memberikan TUHAN.

    Saya hanya meminta kepada yang MAHA membolak balikkan hati manusia agar diberi kelancaran dalam proses move on. Begitu juga dengan mantan saya..

    Sekian saja mas ron, tetapi saya tetap mengapresiasi tulisan2 mas tentang cinta yang membuka cakrawala kehidupan saya selama ini tentang cinta..

    Salam Sukses. Satria

    Reply
    • Arina
      October 4, 2015 at 7:01 am

      Saya sangat terinspirasi ttg jawaban dr mas satria, semoga saya pun bisa move on spt mas satria..

      Reply
    • shrly
      January 26, 2016 at 9:18 pm

      Jawaban dari mas satria ini sangat menusuk hati tapi memang begitu adanya. Pada dasarnya semua agama mengajarkan untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama. Tapi bukan berarti harus memiliki karena perasaan ingin memiliki itu hanya ego bukan rasa sayang yg tulus kalo menurut saya. Saya menjalani pacaran beda agama hampir 2 tahun, dia adalah orang yg taat beragama, dan he is best that I’ve ever had, dia laki2 yg mau pacaran dg “prinsip pacaran” yg saya pegang. Saya sayang sama dia, saya ingin dia jadi jodoh saya, namun setiap kita membicarakan nikah pasti kita akan membiicarakan keyakinan yg tidak ada ujungnya, dan selalu diakhiri dg kita berantem namun tidak mau saling meninggalkan. Saya rasa dia tidak mau mengakhiri hubungan kecuali saya yg meminta, begitupun dg saya. Namun saya berfikir jika tidak ada yg tegas hubungan kami tidak akan menemukan jalan keluar.
      Sampai suatu saat saya sadar akan beda prinsip hidup yg kami pegang, prinsip yg tidak dapat dipersatukan meskipun mengenal ajaran yg baik. Rasa sayang saya terhadap dia membuat saya sadar bahwa ego saya untuk memilikinya justru sebenarnya menyiksanya. Saya tidak mau rasa sayang saya kpd dia justru malah menjadikan dia pribadi yg membangkan kdp keluarganya, saya ingin rasa sayang yg saya miliki untuk dia itu untuk mengajarkan kebaikan. Sebahagia apapun senyaman apapun hubungan yg kami bangun tetap kami merasa ‘kosong’ tapi segalau2nya kami dg perpisahan ini jauh dilubuk hati kami mungkin khususnya saya merasa ‘lega’. Saya yakin kelak jika Allah meridhoi kami, kami dapat bersatu dg kuasanya dan jika dg bersatunya kami itu membuat kami celaka Allah pasti akan mengikhlaskan hati kami. Semoga dg comment saya ini koko dicky wijaya dapat membacanya dan memahami maksud dr kata ‘putus’ yg saya lontarkan, saya ingin meminta maaf atas ego saya selama ini semoga rasa sayang saya ini dapat mengajarkan kita satu hal yg bermakna dan dapat menjawab tujuan Allah mempertemukan kita untuk apaa. Terimakasih, semoga saya dapat melewati masa move on saya dg ikhlas..

      Reply
  21. fransiskaR
    June 15, 2015 at 9:03 pm

    CINTA yang timbul kepada orang yang beda agama sebenarnya adalah ujian dari TUHAN untuk melihat apakah seseorang tersebut lebih memilih TUHAN nya, atau manusia?

    Fransiska 18th – Tapi, bukankan Tuhan itu satu? lalu salahkah kami yang juga ciptaanNya saling mencintai? Salahkah kami yang sama sama umat-Mu walau berbeda tata,cara, dan perantara? karna yang saya tahu Cinta yang kami rasakan, pertemuan yang kami alami ini juga merupakan kehendakMu..

    Saya katolik dan pacar saya muslim udh jalanin hubungan beberapa tahun dan entah endingnya bagaimana semua saya serahkan sama Yang Maha Esa.. karna saya yakin semua ini udah jalanNya.. doakan saya saja ya kaka kaka: D thx.

    Reply
  22. m. jaelani
    May 9, 2015 at 10:39 am

    jujur saja saya seorang muslim, biarpun beda agama saya pernah pacaran dengan orang yang beda agama dengan saya tapi saya merasakan sebuah perbbedaan adalah menyenangkan, gini aja lah kitasebagai umat beragama kamu percaya tuhan apakah tuhan harus menunjukkan wujudnya enggak kan, tuhan menunjukkan kasih sayangnya bukan dari wujudnya dan itu yang terjadi pada orang yang cinta beda agama, Jangan dengarkan perkataan orang lain Bang Ron teruskan kreatifitas anda saya nantikan email terus dari anda

    Reply
  23. jeffry simon
    May 1, 2015 at 9:06 pm

    Yang ronald frank ajarkan adalah tidak lebih dari sebuah bidat/ajaran kepercayaan sesat dari agnostik spritualism. Contoh:
    -hidup itu mengalir tanpa perencanaan, karena perencanaan hanyalah kesia-siaan.
    -manusia berencana karena untuk menghibur dirinya sendiri
    -kebenaran itu relatif
    -segalanya terjadi atas keyakinan yg timbul dr dalam pikiran alam bawah sadarnya sendiri
    -Tuhan akan mereprenstasikan dirinya sesuai dengan bentuk keyakinan yg diyakini manusia, apapun itu.
    -merasa ajaran ini sangat sciencetific, padahal Tuhan tak bisa diukur lewat science.
    -tidak perlu membela diri, karena membela diri adlah kebiasaan orang yg salah
    _____________________
    ———————
    Awalnya saya sangat terkesan dengan pengajaran akan cinta ronald frank tetapi semakin saya mendalami kok merasa semakin menjurus pada pembodohan ya.

    Anda yang menderita penyakit mental narcissistic personality disorder, cenderung menyarankan orang untuk mencintai, padahal anda sangat kekurangan cinta itu sendiri. Menutupi kurang penghargaan atas diri sendiri dan segala kelemahan yang ada.
    Merasa harus benar dan selalu benar, yang ada rasakan hanyalah kekosongan dan merasa bisa menutupi kekosongan tersebut bila banyak orang mengikuti cara-cara anda. Seseorang narsisis ingin dicintai, dihormati dan dihargai lebih dari pada yang lain. Narsisis juga
    Sangat menginginkan adanya pendengar yg akhirnya menjadi pengikut nya, dan kelak anda punya harapan menjadi pemimpin dari ribuan orang. Untuk membentuk agama baru, keyakinan baru yang menurut anda benar.
    Lebih baik anda fokuskan saja pengajaran soal cinta dari pada Anda berusaha menjadi nabi bagi orang lain.
    Stop ambisi gila anda, menyebarkan kebenaran yang menurut anda benar, padahal sangat menyesatkan! Ajaran ini masih sangat potensial, mengingat ajaran ini blum pernah masuk sebelum nya keindonesia, ini bisa menjadi lahan agama baru di indonesia, yang melakukan pendekatan sangat halus.

    Konsekwensi dari butir pemikiran diatas akan menjadi

    -manusia menjadi malas, karena bekerja keras adalah salah menurut program pemikiran ronald yg ditanam pada mereka.
    -manusia menjadi menuhankan, memberhalakan dirinya sendiri
    -orang2 akan mengikuti karena telah terlanjur percaya pada ronald frank. (Efek ketika sudah menyentuh perasaan, manusia cenderung mengabaikan logikanya)

    -jika Tuhan adalah kebenaran, menurut ronald frank kebenaran bersifat relatif, Tuhan menjadi relatif, Tuhan tidak mutlak, tuhan tidak tegas, maka tak ada surga dan tak ada neraka bagi ajaran dia (ron).

    -akan semakin banyak orang yang atheis, karena mengandalkan pikiran nya sendiri

    -Ronald frank juga mengambil istilah psikologi yang menentang keras keberadaan setan/iblis. Tidak percaya adanya iblis, Yang ada hanya inner voice atau shadow dari pikiran sendiri.

    Reply
    • Agung
      May 3, 2015 at 2:49 pm

      kalau menurut saya si,Ronald percaya tuhan, cuma belum percaya program agama mana yang di Ridhoi tuhan. Kalau menurut saya ronald akan menemukan mana yang benar untuk dia, karena dia selalu mencari tahu tentang kehidupan. Tenang saja kawan tuhan tidak buta. Kalau menurut tuhan dia benar, akan dilancarkan jalannya. Kalau menurut Tuhan dia salah, akan dikacaukan pada akhirnya. Sebagai pendengar dan pemerhati lebih baik kita hargai pendapatnya. Kalau menurut bapak salah ya jangan di dengarkan, Kalau menurut bapak dia mengajarkan murid muridnya kesesatan, anggap saja murid muridnya bodoh mau diajak sesat.
      beberapa materi yang di Sampaikan bung ronald, sudah saya cek di Al-Quran, dan memang banyak yang selaras. Walaupun dia tidak percaya agama. Ambil yang Positifnya saja bapak jefry.
      Semangat Bapak Jefry 😀

      Reply
      • robby
        September 29, 2015 at 3:26 pm

        Semua nya sudut pandang….
        Ketemu nya dualitas melulu..
        karena kita di sini cuma sebagai peran…
        semuanya memaksakan pikirannya
        otak kita gak nyampe dan gak bakalan ngerti permainannya tuhan
        john lennon seorang Yahudi aja udah memikirkan hal ini sblumnya di lagu IMAGINE
        cukup kita ngikutin aja dari pada sok – sok,an nyuruh dan maksain seseorang buat ngikutin kita…
        bang ron cuma share aja.. dia gak maksain kebenaran. Dia ke kita koq

    • HN Digital
      February 2, 2016 at 2:29 pm

      luar biasa setuju dengan mas yang diatas ni, argumen nya

      Reply
  24. Agung
    May 1, 2015 at 12:25 am

    tidak tau mana yang benar tidak tau mana yang salah.semua berdasarkan sudut pandang masing masing. Saya muslim, kalau menurut saya yang menyalahkan itu yang salah. karena kebenaran hanya di Tangan Allah. bukan memaksakan kebenaran dari sudut pandang pribadi. Mau kafir atau apalah itu, cinta tidak menimbulkan kebencian dan perdebatan. Sebagai seorang muslim, saya sedikit menyesal ketika ada seorang muslim yang menimbulkan perdebatan atau kebencian atau peperangan atau apalah. Sebagai seorang muslim, biar tuhan yang memberi petunjuk mana yang benar mana yang salah, sesuai intuisi kalian. Bukan yang diajarkan guru guru kalian, atau kata orang orang sana sini yang banyak bulshitnya. Keep semangat semuanya, Semangat juga buat bang Ronald.
    Salam dari saya : Agung

    Reply
    • robby
      September 29, 2015 at 3:36 pm

      Mau islam .. Mau agnostik, mau yahudi kek… mereka semua kan, ciptaannya tuhan … Lagian gak ada yang mampu ngertiin permainannya tuhan…
      ada tafsir yang sangat penting bagi para muslim ketahui..
      bahwasanya gak ada suatupun penciptaan NYA yang sia-sia belaka…
      enak ikutin aja, gak usah nanya2.. Gak ada yang bisa menerka permainan nya Allah. Swt

      Reply
      • HN Digital
        February 2, 2016 at 2:21 pm

        kalo kamu hanya mahluk yang cuma ikut2an aja!! kamu dangakal dan tidak kritis, itu sebab nya kamu malas berpikir tentang hidupmu

      • robby
        May 23, 2016 at 11:12 pm

        Silahkan berfikir, gua udah capek, saatnya kembali kepermukaan seprti bayi yang baru lahir, belum dicekokin dogma dan msih polos serta gak pkek pakaian

      • Jun
        July 11, 2017 at 8:49 am

        Tuhan itu usil

  25. kalkulus
    April 24, 2015 at 10:17 pm

    Di dalam Islam saling tatapan 3 detik ata lebih dengan yg bukan muhrimnya sudah perbuatan zina mata. Islam menghargai wanita sehingga mereka diharuskan memakai hijaban agar tdk di sentuh oleh kaum pria.. jika suatu pernikahan dipertemukan karna agama yg kuat dalam iman Islam dan pacaran setelah menikah .. mereka Insya Allah bahagia sesungguhnya bukan hanya batin dan fisiknya melainkan seluruh sisi kehidupannya.. krna org2 yg sepeti itu menyadari dunia ini hanyalah kehidupan yg penuh dengan godaan. Dalam islam saja pacaran atau bersentuhan saja sudah haram hukumnya……

    terima kasih… :)

    Reply
  26. cintaabadi
    April 4, 2015 at 10:07 pm

    Thanks bg ron buat artikel ny !! nih bnar2 menyentuh banget , N da trjadi jg dlm hdup aku .
    Share dikit y , aku 2 tahun pacaran sama mantan aku , nma ny umii nazriah , aku kristiani N dy muslim . Aku cinta N syg banget ma dy , N begitu jg sebalik nya ! ending ny , hbungan kmi tidak ada kejelasan , krna org tua kmi masing2 gk menyetujui hbungan kmi krna masalah agama . Beberapa bulan kemudian kmi lost kontak , aku main k rmh dy , dan aku begitu trpukul ktika melihat foto wedding ny , N ibu nya mengatakan klo dy da menikah dgn pria lain . Aku benar2 hancur , dan aku sama sekali tak prcaya dgn kenyataan ini . Aku coba jalani hari2 ku dgn wanita lain , yg seagama dan sekeyakinan dgn ku , tp sama sekali tidak ku temu kan kebahagiaan seperti ktika aku bersama dy .
    Inikah yg di sebut kbahagiaan ???
    Harus kah aku mencintai org yg sekeyakinan dgn ku , sekali pn aku tidak menemukan arti cinta dan kbahagiaan dgn nya ???
    Dan harus kah aku berpisah dgn nya yg kenyataan ny kmi masih saling mencintai dan memaksakan hbungan dengan org yg salah namun seagama dgn kmi ?????? KonyoL bukan !!!!!!!
    Tp ini lah kenyataan gila yg harus d hadapi :’-(

    Reply
  27. satriaa_ari
    March 22, 2015 at 5:33 pm

    maklum pemikiran dewa sama pemikiran orang biasa beda jauh, saya setuju dengan apa yg dibilang bang ron, makanya didunia ini banyak perang mengatas namakan agama, padahal semua sama dimata tuhan, tuhan menciptakan manusia berbeda untuk saling mencintai, bukan saling benci,

    Reply
  28. CPS
    March 21, 2015 at 2:19 pm

    Manusia masuk surga atau neraka karna keyakinannya atau karna Tuhan berkehendak itu terserah..

    lalu bagaimana dengan orang Gila yang tanpa akal sehat melakukan sesuatu yang dianggap buruk..

    akan dikemanakan dia pada saat dia mati..

    Ada yang tau.. ? ada yang tau… ?

    Cinta beda agama itu tergantung situasi dan kondisi..
    solusinya juga tergantung situasi dan kondisi..

    Jadi tidak akan ada yang pernah mengalahkan 2 sejoli ini.. (situasi dan kondisi)

    By CPS

    Reply
  29. Haqi Kusanagi
    March 20, 2015 at 1:42 pm

    Wow. Banyak yang ga setuju rupanya. Om Ron dibilang liberal, ga ngerti agama, dan sebagainya. Damn. Siapa tidak mengerti siapa ini, ya?

    Yang jelas, Om Ron, artikel ini NYATA dan orang-orang yang berpikir akan tahu persis bahwa semua itu BENAR. Bahkan, orang-orang yang menyangkal pun, jika mereka mendalami lagi hati kecil mereka, mereka akan sadar itu benar. Mereka hanya belum menyadarinya.

    Great, Om Ron!

    Reply
  30. oki
    March 19, 2015 at 11:36 pm

    Agama itu sendiri baru muncul sekitar ratusan hingga ribuan tahun yg lalu. sedangkan Cinta? Kapan di muka bumi ini yg terbentuk jutaan tahun lalu mulai timbul Cinta? Kalau aturan Cinta dan Nikah aja nungguin agama muncul, jadi sbelum Agama ada, semua orang yg lahir ratusan ribu tahun lalu pada ga bener semua dong hidup nya? ☺ masuk Neraka semua donk, scara mereka ga beragama sama sekali

    Reply
    • Kio
      January 12, 2016 at 4:01 am

      Konyol sekali bocah-bocah, awas pikiran mu sesat, belajar lagi sana banyak baca, dan belajar pada orang yang tepat biar nggak salah jalan, nanya jalan sama orang yang tepat ya.

      Reply
  31. Doni
    March 19, 2015 at 4:39 pm

    SALAH SATU DALAM ISLAM, KENAPA ORANG MENIKAH KARENA : AGAMANYA, BEDA AGAMA SUDAH JELAS2 DILARANG KERAS, ORANG KAFIR KAN BUKAN SAUDARA…COBA TELITI LAGI, WALAUPUN ITU ANUGERAH TETEK MBENGEK APAPUN ITU, KALAU UDAH SAMA ORANG KAFIR YA TETAP DILARANG, CONTOH SIMPLE MENGUCAPKAN SLMT NATAL AJA TIDAK BOLEH

    Reply
    • viona
      February 21, 2017 at 9:05 am

      Ini orang termasuk orang fanatik agama dan ego. Ngasih tau ke orang lain boleh, tapi santun tanpa mencela agama lain. Situ mau gak di bilang agama anda kafir. Seenaknya saja bilang kafir ke agama lain, atas dasar apa kamu menganggap diri kamu bukan kafir yang lainnya kafir?, sedangkan belum tentu akhlak dan perbuatan anda lebih baik dari mereka.

      Reply
  32. schullieLukman
    March 14, 2015 at 9:33 pm

    ini pemkiriran org Liberal,,,bagaimana mungkin anda mengatakan hanya tuhan yg berhak menentukan seseorang apakah masuk surga dan neraka kalau di kitab sebuah agama seperti saya org islam jelas2 mengatakan bahwa TERLAKNAT, HARAM dan BERZINA seseorang yg mengikat hubungan pernikahan dgn Beda agama,,,,yg anda tau hanya CINTA,,,tanpa berlandaskan ajaran Agama,,,

    Reply
  33. taufik rahman
    February 5, 2015 at 4:13 pm

    Sama banget dengan kisah aku bang. :'(
    Saya muslim dan mantan saya beragama kristen kami saling sayang dan sudah memiliki tujan kedepannya tapi karena perbedaan itu lah kami berpisah :'( keluarga mantan ane yang mayoritas pendeta engga setuju dengan hubungan kami di karenakan pendapat mereka tidak baik hub beda agama. Dan akhirnya kami putus karena perbedaan itu padahal masih saling sayang.. cinta beda agama itu susah buat di mengerti… tuham mempertemukan kenapa agama memisahkan. Nice artikel

    Reply
  34. Edi SR
    January 12, 2015 at 12:18 pm

    saya lebih memilih agama saya di banding cinta saya :-)

    Reply
  35. Nadya Zeane
    January 7, 2015 at 3:43 pm

    banyak keluarga yg mengatas namakan agama tdk menyetujui suatu hubungan , pdhl menurut gw .. yg namanya agama .. adalah personal.. hubungan seorang pribadi dg tuhannya.. rasanya “agama” cmn alasan yg d buat buat *curcol*

    Reply
    • Djo Lumban
      January 7, 2015 at 8:01 pm

      Ummmm,,, maybe. :)

      Reply
      • advent christianto
        January 17, 2015 at 8:46 pm

        Saya sependapat dengan Nadya Zeane..pemikiran yg bgus sbab mayoritas org tua memang itu lha tanggapannya

  36. Djo Lumban
    January 5, 2015 at 7:13 am

    Sedih bercampur haru membaca artikel ini, dan hampir meneteskan air mata, bang Ron.

    Saya pernah mengalami mencintai dengan tulus sepenuh hati seorang wanita beda keyakinan. Tapi pada akhirnya pisah juga.

    Tidak ada kebencian dalam hati saya atas perpisahan ini. Tapi saya jujur, luka dan sakit yang ditimbulkan dalam hati sangat terasa membekas.

    Saya teringat perkataan salah satu saudara mantan yg bilang “kami tidak ingin dia menikah dengan yg beda keyakinan karena akan masuk neraka” Yaaaah kira2 begitu lah intinya, kata2nya sih ga persis begitu.

    Membaca artikel ini di sekitar di bagian akhirnya tentang surga/neraka, saya setuju!!

    Opini pribadi saya seperti ini:

    TUHAN lah sang Pemilik surga (bukan manusia) dan DIA juga yang menciptakan neraka, maka hanya DIA saja yang berhak menentukan siapa yg akan masuk kesana (semoga aku ditentukan ikut bagian didalam surga). Manusia terlalu arogan dan sombong serta angkuh berpikir atau mencoba menentukan siapa yang masuk kemana,

    Thanks a lot buat artikel yang indah ini bang Ron. Sukses selalu yah.

    Reply
    • Djo Lumban
      January 5, 2015 at 7:33 am

      Harap jangan reply komeng ini jika ingin mengomentari soal agama. Yang ingin saya tekankan adalah artikel ini sangat membesarkan hati dan menyembuhkan. Bener bahwa cinta itu ANUGERAH dari TUHAN YANG KUASA dan itu indah.

      Perpisahan tidak perlu menimbulkan kebencian, walau sakit. Jika cinta, bahagia lah atas sang mantan karena dia bahagia dengan pasangan barunya. “Jika kamu BENAR-BENAR cinta kepadanya, seharusnya kamu BAHAGIA melihat dia BAHAGIA dengan yang lain” Begitu kata bang Ron :) .Betul???

      Reply
      • Bebin
        January 12, 2016 at 4:05 am

        Betul itu perpisahan bukan akhir segalanya, walau segalanya pasti akan berakhir

  37. ALex Bill Nainggolan
    December 12, 2014 at 8:17 pm

    Jangan tinggalkan dia yang baik untuk mencari yang lebih baik tapi hargai dia yang terbaik karena cinta yang tulus tidak datang dari mulut,tapi sampai mana dia kuat bertahan untuk perbedaan

    Reply
  38. wiesen
    November 19, 2014 at 2:03 pm

    Itu namanya cinta sejati

    Reply
  39. Heriyanto
    November 16, 2014 at 1:44 pm

    Hahaha….
    Mohon maaf sebelumnya…
    hanya ingin sharing yha…

    yah itu turunan ajaran..
    bukan agama..

    Tuhan itu MAHA SEMPURNA..
    Tuhan tidak membeda bedakan…
    Tuhan tidak menyakitkan siapa siapa, manusia maupun hewan..

    *mana mungkin TUHAN mengatakan bahwa agama Saya lah yang paling bener dll…
    mohon maaf….
    itu namanya EGO!..
    *TUHAN menciptakan manusia agar mereka dapat memperbaiki dan menghilangkan sifat keegoisan dan keserakahan mereka ataupun sifat sifat buruk mereka agar nantinya mereka dapat kembali kesisi-NYA dan sama-sama menikmati kedamaian dan kebahagiaan bersama..
    jika TUHAN menciptkan manusia hanya karena harus ikut aturan dan ibadah kepada DIA. itu sudah namanya EGO…

    apa yang terjadi di kita. itu namanya Karma…
    kita sudah pernah terlahir sebagai manusia berkali-kali bahkan kita juga pernah terlahir sebagai hewan…

    apa yang pernah kita perbuat di abad abad sebelumnya..
    itulah yang membuah dan menjadi berkah ataupun masalah yang sekarang kita terima…

    Yah… Rata-rata semua agama mengajarkan menghargai dan mencintai perbedaan agama…

    nah kalau begitu kenapa cinta beda agama di larang?

    lalu mengenai hewan..
    saya tanya kepada anda..
    apakah mereka mempunyai keluarga?
    apakah mereka merasakan sakit?
    apakah mereka bisa merasakan ketakutan?
    apakah mereka bisa merasakan cinta, kasih, sayang, perhatian?…

    Bisa bukan?
    meraka sndri juga mempunyai aturan hidup..
    bukan karna kita sebagai manusia boleh meremehkan hewan…
    bahwakan ada aj manusia yang lebih parah dari pada hewan…

    kita manusia hanya mempunyai kelebihan saja atau bisa dibilang tingkat level kita lebih tinggi beberapa kali lipat…

    Hanya Sekedar Sharing yha :)

    Reply
    • Heriyanto
      November 16, 2014 at 1:53 pm

      Ok kata-kata “(satu keyakinan akan tuhan).”

      semua agama mempunyai TUHAN dan TUHAN hanya ada satu.
      bukannya aku, kamu dan dia semua satu keyakinan akan tuhan?…

      jika kita hanya melihat dari sudut pandang agama kita sendiri..
      itu sudah namanya EGO..
      jika teman-teman sudah pernah mencoba untuk mengerti semua ajaran agama..
      maka anda akan mendapatkan kesimpulan..
      bahwa sesunggunya semua agama hanyalah bungkusan..
      AJARAN dari Nya lah yang harus kita kejar….

      Bukankah Indah? ketika di dunia ini tidak ada namanya perbedaan?….
      yang akan menbuat sebuah konflik?… 😀

      Reply
      • Ariyon
        January 12, 2016 at 4:07 am

        Tidak indah sama sekali jika tidak berbeda, bayangkan saja sendiri kalau mampu 😀

  40. Tignov Donquixote
    November 13, 2014 at 1:55 pm

    MANUSIA adalah makhluk berakal yang hidup dengan aturan, itu lah yang membedakannya dengan binatang.. dan agama ISLAM sangat menghargai dan mencintai perbedaan agama.. walau dia yahudi, dan atheis sekalipun. Agama (dalam hal ini islam) TIDAK PERNAH memisahkan. jadi bukanlah agama yang memisahkan tetapi memang manusia itu sendirilah yang tidak mengamalkan agamanya dan tidak mengikuti al-qur’an dan al-hadist yang telah diturunkan sebagai tuntunan dalam kehidupannya.

    1. manusia diciptakan oleh tuhan ke dunia dengan tujuan beribadah kepada NYA yang berarti MELAKSANAKAN perintahnya dan MENJAUHI segala larangannya.. Bila tuhan sudah melarang pernikahan beda agama, maka kita wajib menjauhi pernikahan beda agama tersebut. Tuhan maha tau dan maha cinta kepada makhluknya. tidak ada cinta yang lebih besar di dunia ini selain cinta tuhan kepada makhluk ciptaannya. jika dia sudah berkata jangan, berarti kita wajib menjauhi nya karena itulah yang TERBAIK untuk manusia.

    2. segala sesuatu harus berjalan seimbang. bila kita berlebihan berarti kita adalah manusia yang melampaui batas. segala sesuatu yang melampaui batas selalu tidak baik untuk manusia. dalam konteks ini, tuhan sudah menghalalkan pernikahan dan sudah diaturkan untuk menikah dengan sesama agama (satu keyakinan akan tuhan). bila kita tetap menikah beda agama berarti kita termasuk golongan manusia yang melampaui batas. (ingat kata dedy corbuzier tentang makan jeruk berlebihan yang notabene nya mengandung vitamin c, tapi malah menimbulkan penyakit didiri kita)

    3. agama islam bukan bungkusan karena agama islam turun dari ALLAH Swt kepada seluruh umat manusia yang disampaikan oleh nabinya MUHAMMAD Saw. sesuai firmannya: Innaddi na indallahil islam, sesungguhnya agama yang diridoi disisiku hanyalah ISLAM.

    kesimpulannya kembalilah kepada Al-qur’an dan Al-hadist.. bila manusia menjalankan perintah dan menjauhi larangan yang sudah disampaikan oleh tuhan, maka sebetulnya itu adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. dan jika sebaliknya, itu juga kerugian/keburukan bagi manusia itu sendiri. Tuhan tidak pernah untung dan rugi. tuhan memberi manusia akal, DIA suruh kita untuk MEMILIH (menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya atau kebalikannya) dan kita sendirilah yang akan mempertanggung jawabkan pilihan kita ..

    Reply
    • faninoth
      June 12, 2016 at 8:13 pm

      Setuju banget sama komenan kaka ini..

      Reply
  41. gumilar
    November 12, 2014 at 8:41 am

    liberal nih, jelas jelas dilarang,,, tapiiii ya sudahlah, dosa masing masing, ALQURAN sudah menjelaskan, kita sebagai umat hanya menjalankan

    Reply
  42. ZHW
    November 10, 2014 at 2:40 am

    Itulah sebabnya banyak peperangan dan konflik di dunia tentang agama……..

    Agama hanya lah sebuah bungkusan..

    Semua ajaran agama itu sama..
    Hanya beda cara penyampaiannya saja..

    Tuhan pencinta damai. Tuhan pencinta semua makhluk, baik itu manusia maupun hewan.

    Kalau TUHAN pencinta damai.
    Kenapa TUHAN menciptakan agama?
    Udah jelas kalau agama bukan ciptaan dari TUHAN.
    melainkan ajaran yang Diturunkan.

    Agama dibuat oleh manusia. Hanya Agar masing” dari merka ad status.

    All of us came from GOD.
    Why we keep conflicting each other?
    Let’s be peace and stop conflicting…

    W

    Reply
  43. Lz0
    November 9, 2014 at 11:41 am

    saya akan bahas ini dari sudut pandang islam, karena ini adalah agama yg sudah saya dalami lebih dari 20th.

    Dalam islam, kita tidak diiperkenankan menikah dg cewek/cowok yg beda agama.
    Kalaupun ada ustadz/kyai yg memperbolehkan, dasar hukumnya (hadits) sangat lemah. Saya sudah cek tentang beberapa hadits nikah lintas agama.

    Silahkan diposting disini bila ada riwayat valid hadits mengenai hal ini.

    Cewek islam, yg menikah secara resmi dg cowok non islam, dia dikategorikan Zina. (Agak keras memang, tapi hukum fiqih emang seperti itu. Saya nggak tahu bahasa halus dari zina itu apa. Silahkan cek & re-check pendapat ini. Mayoritas ulama menganut pendapat ini)

    Keyakinan, adalah tempat kita berpijak. SANGAT KRUSIAL. Ibarat OS, kita tidak bisa menginstall program dg ekstensi DMG kedalam Windows. Andaikan bisa, akan ada hal vital yg harus dikorbanin, entah itu dependencies atau performa program itu sendiri yg efisiensinya kurang dari 40%.

    Jangan-jangan, pasangan beda agama yg kita anggap cocok, itu cuman asumsi aja. Ujilah pasangan anda, apakah dia berat di romantis atau ideologis.

    (berat di romantis itu seperti sensasi2 motorik doang, misal kebersamaan dengannya, atau bila melihat si doi aja, dunia udah mau runtuh. Nah itu tandanya berat di romantis, bukan di ideologis, maka dg cepat hal tersebut akan pudar). Yg fundamental yaitu bila beratnya di ideologis.

    Saran saya, mas ron pilih 1 (satu) agama, yang didalamnya, mas Ron akan menemukan happiness. (bukankah ini yg mas ron cari selama ini 😉 )

    Silahkan mempelajari semua agama besar didunia, tapi pilihan harus tetap ada.

    Menganut 3 agama, ibarat menginstall 3 OS dalam 1 tubuh. Sangat jauh dari ketenangan, mudah hang, kernel panic atau gampang mengalami blue screen of death.

    GBHM (Garis Besar Haluan Muslim), yaitu Qur’an dan Hadits ibarat hukum yg sudah tertulis di negeri ini.

    Tidak lucu dong bila kita nggak punya planning. Misal kita sengaja nggak mencari tahu tentang hukum yg beredar di negeri cina, lalu kita bawa heroin 1 kilo untuk diperdagangkan disana. Ya konyol.

    Bisa saja kita berdalih tidak tahu kalau di Cina bakal dihukum sedramatis ini. Kirain cuman tahanan 10 th aja.
    Sekali lagi, kita bisa berargumen seperti itu, tapi hukuman mati tetap dijalankan.

    Dalam islam, pria adalah kepala rumah tangga. Dia pasti akan dimintai pertanggungjawaban tentang istri dan anaknya setelah “peran/masa tugas” di dunia berakhir.

    Skenario dari Tuhan bila manusia udah mati, udah dituangkan didalam GBHM. Dia nggak akan lepas dari skenario inti yg udah Dia buat.

    Walaupun banyak orang islam yg tidak mengenal agamanya sendiri, tidak menjadikan dia lepas dari hukum itu sendiri. Cari tahu, cari tahu, cari tahu.

    Manual wanita, yg referensinya bisa dikatakan cukup langka, berhasil mas ron dalamin dg sepenuh hati. Dan alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan ini, karena sebelum mengenal mas Ron, manual wanita yg terinstall dalam benak saya baru 0,3%.

    Perkembangan pesat saya dapatin setelah saya membaca tulisan2 radikal mas ron tentang romansa. Saya ucapin terimakasih tak ternilai atas materi2 penting penunjang hidup, beserta motivasi2 yg mas ron buat selama ini.
    Artikel ini sebagai bentuk terima kasih saya yg tak ternilai kepada mas ron yg secara nyata, mengubah pemahaman saya terhadap wanita. I’m very appreciate it.:)

    Back to topic.
    Ibarat tinggal di satu negara, namun dengan 2 hukum, yaitu hukum rusia dan hukum amerika. Walaupun kompromi berhasil dibuat, tapi effort untuk melakukan kompromi politik tersebut akan menguras banyak sekali energi. Setelah menikah, kita akan dihadapkan dengan pembuatan keputusan2 kecil yg nilainya 3%, tapi dengan effort 80% ; a way too much.

    Dengan hanya berpegang kepada 1 satu hukum saja, permasalahan yg urgent dan bersifat penting, akan dengan mudah dan tuntas kita selesaikan. Dan bila beruntung, kita bisa mendapatkan 2 burung, cukup dengan 1 lemparan batu.

    Di sesi pertanggungjawaban nanti, bila raport manusia banyak yg MERAH, Tuhan pasti tanya, emang di dunia kemarin, elu ngapain aja ?

    Gimana dg quran & hadits yg Gue edarin, udah nyampek belum ke ente ? Effort ente utk sekedar memahamin hukum Ane apa ?

    Teori tentang agama besar di dunia, udah bejibun banyaknya. Tinggal kita comot dan sortir aja kok. Dengan intuisi tertentu, mas ron akan dengan mudah membedakan mana agama yg baik dan mana yg kurang baik. Saya yakin, intuisi yg sudah mas ron asah selama ini, akan bisa membimbing mas ron ke arah itu.

    Tengoklah rumah duta besar amerika yg ada di Indonesia. Bila orang indonesia mencuri dan tertangkap di kompleks tersebut, hukum yg akan berlaku adalah hukum amerika, walaupun bangunan tersebut berada di indonesia.

    So, bagi yg udah terlanjur memiliki pasangan beda akidah, buat keputusan sekarang juga. Elu ikut agama gue, atau gue yg ikut elu.

    Bila nggak ada titik temu, pisah. Itu lebih baik daripada berpisah 10th kemudian saat resource kita terbatas.

    Kalaupun nikah berbeda agama bisa bertahan, itu hanya permukaan. Batin dan perasaan tetap menderita. (hungry resource)

    Ini opini saya sebagai penganut islam. Silahkan bila ada penganut agama lain mengenai pandangan agamanya tentang pasangan beda akidah.

    Reply
    • Niam
      January 5, 2015 at 9:01 pm

      Jozzzzzz!!!! Keren nih komennya.

      Reply
    • yourna nancy daulay
      January 5, 2015 at 9:32 pm

      Muantap (Y)

      Reply
    • Krishna Hanggara
      July 9, 2017 at 3:15 pm

      Setuju banget .

      Reply
  44. kagan karstan
    November 7, 2014 at 2:24 am

    Sama Dengan cerita aku dulu, Tapi Setelah baca Artikel ini, Dapat Mengingatkan ku untuk belajar dari pengalaman.
    “Mungkin TUHAN mempertemukan kalian yang berbeda hanya untuk sementara agar kalian bisa belajar dari pengalaman.”

    Makasih Ronald Frank..

    Reply
  45. Didi
    November 6, 2014 at 3:30 am

    Anda ahli ‘percintaan’, bukan ahli agama. Apapun agama anda, silahkan dalami lagi. Karena setelah mati, anda akan mempertanggungjawabkan ‘cinta’ beda agama, yang anda katakan ‘anugerah’.

    Reply
    • Ronald Frank
      November 6, 2014 at 11:17 am

      Saya mendalami semua agama besar didunia sejak 11 tahun yang lalu. Saya menyaksikan dan menela’ah banyak debat agama. Saya “berguru” dengan berbagai macam pemuka agama. Saya juga mendalami darwinisme, atheis, agnostic dan spiritual.

      Kesimpulan saya tetap sama seperti diatas.

      Jika TUHAN mau minta pertanggung-jawaban dan mau menghukum saya, DIA bisa menghukum saya saat ini juga. Namun kenyataan nya, saya masih baik-baik saja. Jika DIA mau pertanggung-jawaban dan mau menghukum saya setelah saya mati, itu urusan nanti.

      Reply
      • Didi
        November 25, 2014 at 4:37 am

        Tentu anda baik-baik saja. Dan semoga selalu dalam keadaan baik. Kalau Tuhan langsung menghukum, maka dunia tidak akan sekacau sekarang. Tuhan bukan mendiamkan, tapi menunggu. Dan itu urusan nanti? It’s your choice, mate.

      • steve from Bali_ beraban vilage_ TanaLot
        September 11, 2015 at 12:15 am

        Syalom…Sy sangat bahagia saudara Ronal Frank, yang mau membantu sesama menemukan cinta mereka…tetap semangat karna awal yang baik pasti berakhir dgn baik pula, akan tetapi rencana yang baik blm tentu berakhir baik, hanya rencana TUHAN yang terbaik, Sy juga belajar semua agama,…cinta yang ada di Dunia tdk ada yang abadi termasuk cintanya ciptaan Tuhan yang termulia yaitu Manusia…hanya ada satu cinta yang Abadi dan itu dan hanya dimiliki oleh dia yang bergelar Raja Damai,pelajarilah dari Dia ,karna Dia adalah CINTA, dan CINTA adalah DIA….yg pd jaman ini di sebut KASIH

      • robby
        September 29, 2015 at 5:11 pm

        Semuanya. Benar2 misteri ilahi bang…
        terima kasih atas allah swt… Saya dipertemukan dengan PW.. Melalui apa yang selama ini bang ron ke kita2…
        saya sangatlah stuju yg cma kita bsa lkukan adlah mnghargai kbnaran orng lain dr pd kta ngotot maksain kbnaran ny kta…
        bnar2 saya merasain DE JAVU stelah d ksh hantaman yg ckup keras di umur sya yg 19 thn kuliah di DO ini… Tapi saya maknain baik aja … hidup saya akan jadi baik … drpada ngotot bnerin situasi yang sya rencanakan.
        trimaksih share dari bang ron ama bang leon…
        semuanya udh diatur ama Allah swt…

      • Ronin
        January 12, 2016 at 4:09 am

        Tuhan juga mungkin berkata : “Bukan begitu caranya” :)

  46. SatriA
    November 4, 2014 at 5:42 pm

    Hmm dari apa yg saya alami mungkin dari cinta beda agama itu Tuhan mau kita bisa mencintai seseorang dengan tulus. Tapi apapun itu saya setuju dengan mas Ron jalanin aja toh jodoh ga ada yg tau juga tapi klo emang harus pisah ya ikhlasin aja, kasih dia rasa sayang yg tulus, pasti akan ada yg lbh baik :)

    Reply
  47. kolis
    November 4, 2014 at 1:27 pm

    q sering mengalaminnya tapi ujung2xnya berpisah juga.. mungkin q dan dia g jodoh kali hehehe

    Reply
  48. put
    November 4, 2014 at 11:21 am

    nangis eh bacanya !

    Reply
    • Ronald Frank
      November 6, 2014 at 11:26 am

      Semoga kamu nangis karena tersadarkan akan sebuah keindahan yang tidak pernah dibahas oleh siapapun. :)

      Reply
  49. Muhammad Rizky
    November 4, 2014 at 8:01 am

    Kareba cinta yang baik akan menjauhkan kita dari neraka

    Reply
    • Ronald Frank
      November 6, 2014 at 11:28 am

      Jangan mencintai demi menghindari neraka. Mencintailah karena cinta itu sendiri.

      Reply
  50. edwin
    November 4, 2014 at 6:41 am

    Love is self knowing like endless river with its freshness without comes to conclution…love is watching oneself mind,knowing directly and act…its one movement…so there are no condition,no mind…so not about God…nor human..its impersonal…

    Reply
  51. rohanita mayasari
    November 4, 2014 at 6:22 am

    Dan aku mengalami nya

    Reply
  52. isti
    November 4, 2014 at 5:59 am

    I like it

    Reply
      • amy
        January 25, 2015 at 3:01 pm

        Kata siapa tuhan cemburu dgn manusia. You know what.. ketaatan mu perlu d uji tdk hny dgn ujian sedih.tp jg ujian senang trmsk senang krn cinta.krn sejatiny cnta membutakan. Cnt memg anugrh tp km ttp hrs rasional ttg anugrh yg mmbw mu pd kedamaian tuhan atau anugrh semu

      • Krishna Hanggara
        July 9, 2017 at 3:10 pm

        Setuju amy…tuhan cemburu? Pemikiran dari mana itu .

Tulis Komentar Anda

Arsip Episode | Jadwal TalkSHOW | Dukung RonaldTALKS
YouTube | Facebook | Twitter