Apa yang kita cari dalam hidup ini?

Salah satu dialog penuh pencerahan dengan seorang bapak yang tampak biasa saja namun bagaikan sosok “guru spiritual” yang luar biasa bagi saya:

“Ronald, apa tujuan mu kesini?”

“untuk mencari KEBENARAN, pak!”

“Jangan cari kebenaran, karena tidak ada yang namanya kebenaran. Yang ada hanyalah PEMBENARAN. Masing-masing orang memiliki versi kebenaran masing-masing sesuai sudut pandang masing-masing. Kebenaran ku, belum tentu kebenaran mu, begitu juga sebaliknya. Jika kamu mencari kebenaran, kamu akan KEBINGUNGAN karena SEMUA ada BENAR nya. Kamu tidak akan dapat menjadi orang benar, karena benar-salah sifatnya relatif.”

“Kalau begitu saya akan mencari KEBAIKAN!”

“Jangan cari kebaikan. Karena definisi kebaikan adalah ‘apa yang orang sukai’. Jika ada hal-hal yang orang lain sukai dari kamu, maka kamu adalah orang baik, kamu adalah pahlawan. Jika ada hal-hal yang orang lain tidak sukai dari kamu, maka kamu adalah musuh dan penjahat. Kamu tidak akan dapat menjadi orang baik, karena baik-buruk sifatnya relatif.”

“Jika kebenaran dan kebaikan itu relatif, lalu apa yang sebenarnya harus saya cari dalam hidup ini?”

“Carilah dirimu yang sesungguhnya. Kebenaran dan kebaikan mu sendiri. Semua letaknya didalam hati nurani, bukan dari pengajaran orang lain, bukan dari doktrin atau dogma, bukan pula dari gulungan kitab yang saling menyalahkan satu sama lain. Hidup adalah eksplorasi diri. Jelajahi dirimu. Carilah apa yang benar MENURUT KAMU. Jika salah, luruskan jalan mu. SEMUA HAL adalah relatif. Oleh karena itu, hiduplah sebagaimana KAMU memilihnya, bukan sebagai apa yang orang lain pilihkan untuk kamu.”

Semenjak itu, saya tidak pernah bertemu dengan bapak itu lagi. Namun perkataan nya selalu saya ingat dan simpan di hati. Dialog yang merubah hidup saya. Dialog yang mengangkat jiwa dan pola pikir saya.

-RF-


Jika suka, berbagilah:

13 Komentar di Apa yang kita cari dalam hidup ini?

  1. ridwan samaran
    December 5, 2015 at 12:51 am

    Klo mnurut saya.. agama islam itu agama dr allah bkn dr mnusia.. sblum mnusia ada islam memang sdh ada.. dan alqur an.adalah penunjuk jalan bagi pikiran yg sesat.. krn sehebat apapaun mnusia berfikir atau sepinter apapun.. itu hnya secuil dr seekor buntut lalat.. krn pemikiran ada batasnya.. sprti halnya mata tkn mampu mlihat lbh dr batasnya.. ilmu allah lbh luas dr air dilaut lbh bnyak dr dedaunan dijagat raya.. mnusia tkn mampu untuk memahami smua.. mnusia hnya mampu memahami pngalaman hdp yg mmbuahkn pngertian bkn tau segalanya.. yg tau segalanya hnya allah.. tuhan yg sesungguhnya.. rasa cinta jgk sama sblum mnusia dicipta rasa cinta sdh ada..

    Reply
  2. Andi Syafri
    October 10, 2015 at 2:22 pm

    baiknya, xron lihat di youtube video dr zakir naik, itu mungkin akan jauh membawamu kedepan, saya yakin itu. tuhan just one yaitu allah swt .

    Reply
  3. ahmad fauzi
    July 29, 2015 at 11:47 pm

    jangan pada ngomongin agama pada blom pantes

    Reply
  4. aziz bagaskara
    April 10, 2015 at 11:36 pm

    Pelajarilah alquran…
    “Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil sebelum (Al Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia,” (QS.Ali Imran:3)

    Jadi, dengan ini kita telah membuktikan, dan Al-Qur’an pun telah membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah kitab pembenar dan penyempurna kitab terdahulu dan dijelaskan secara eksplisit di dalam Al-Qur’an…

    Reply
  5. RE Rev2
    March 12, 2015 at 4:47 pm

    Halo semuanya Guys, salam semangat & saling berbagi pengalaman, utk bang Ronald thanx u lho atas masukan2nya & saran2nya ttg cinta.
    Saya juga ingin share jg nih semoga bermanfaat utk kita semua.
    “Jangan cari kebenaran, karena tidak ada yang namanya kebenaran. Yang ada hanyalah PEMBENARAN. Masing-masing orang memiliki versi kebenaran masing-masing sesuai sudut pandang masing-masing.” = ini dinamakan hawa nafsu setiap manusia.
    “Jangan cari kebaikan. Karena definisi kebaikan adalah ‘apa yang orang sukai’. Jika ada hal-hal yang orang lain sukai dari kamu, maka kamu adalah orang baik, kamu adalah pahlawan. Jika ada hal-hal yang orang lain tidak sukai dari kamu, maka kamu adalah musuh dan penjahat.” = ini dinamakan hawa nafsu setiap manusia juga.
    “Carilah dirimu yang sesungguhnya. Kebenaran dan kebaikan mu sendiri. Semua letaknya didalam hati nurani, bukan dari pengajaran orang lain, bukan dari doktrin atau dogma, bukan pula dari gulungan kitab yang saling menyalahkan satu sama lain.” = agama adalah tempat tolok ukur segala permasalahan sekaligus pemisah yang benar & yang salah.
    Semoga ini bisa jadi bahan renungan buat saya & kalian semuanya.
    Sekian dari saya.

    Reply
  6. bowo
    November 25, 2014 at 4:22 pm

    (y) Mangstap Ron..!!! :-)
    Aku setuju dengan “Kemerdekaan Mental” yang selama ini Ronald sampaikan.
    Memang sudah lama Kita terpasung oleh “Dogma-dogma” yang dijejalkan kepada Kita sejak kecil yang sebenarnya cuma “Penjara Mental” belaka.
    Aku sangat yakin kalau Ronald itu percaya kepada Penguasa Semesta yang Esa (karena memang hanya satu) :-) .
    Justru kalau ada yang meyakini kalau beda Agama berarti beda Tuhan, maka Keyakinannya kepada Tuhan yang Maha Esa harus dipertanyakan..? (Karena Dia percaya kalau Tuhan itu ada banyak. :-)
    Betul gak Ron..? :-)

    Reply
  7. Lz0
    November 17, 2014 at 3:18 pm

    Ijinkan saya membantu om Ronald yg mungkin kebingungan memilih agama, atau barangkali kepada pemeluk lain yg masih kebingungan dg agamanya saat ini.

    Inspirasi ini saya dapetin dari kata2 om Ronald tentang nikah, “Sebelum nikah, setia (eksperimen) kepada sebanyak2nya wanita. Setelah nikah, setia cukup kepada satu wanita saja”.

    Dari kata2 om diatas, kita bisa bereksperimen.
    Misal sekarang om tidak memiliki agama. Silahkan mempelajari semua agama besar didunia ini, entah itu Islam, Hindu, Budha, Agnostik, Kristen atau Yahudi sekalipun.

    Target : belajar 7 agama besar dunia.
    Beri tenggat waktu masingmasing 3 bulan untuk mempelajari satu agama.
    Misalnya, fokus belajar islam di tiga bulan pertama. Tiga bulan kemudian, belajar hindu dan begitu seterusnya.

    Nah, dari situ, silahkan om ELIMINASI, agama yg tidak sesuai dg NILAI yg om anut selama ini. Dari 7 agama menjadi 5, kemudian menjadi 3, lalu menjadi 2 kemudian hanya satu agama yg benar2 om percayai dan akan om anut dg sepenuh hati sampai akhir hayat.

    Pelajari semua kitab2nya, cari kelemahan dan kelebihannya, sehingga om tidak asal pilih agama, tapi berdasarkan fakta dan keyakinan yg udah om buktiin sendiri kebenarannya.

    HAPPY HUNTING ya om, semoga membantu 😉

    Thank’s om atas pencerahannya selama ini.
    BTW, gimana om RonaldTalks Episode 1-4 nya? udah 2 minggu lebih nih masih belum nongol2. Kenapa yah ?? Udah gatel nih pengen dengerin.

    Reply
  8. Lz0
    November 17, 2014 at 2:50 pm

    Maaf bang, ijinkan saya untuk tidak setuju dg orang tua diatas.

    Saya tahu kecantikan Sandra Dewi, Dian Sastrowardoyo, Ririn Dwi Ariyanti atau Dwi (pramugari yg sempet om pacarin) itu sifatnya relatif. Tapi, kecantikan mereka yg walaupun relatif, tapi bersifat objektif.

    Artinya, kalau diadakan pemungutan suara untuk satu juta pria indonesia mengenai kecantikan mereka, 99.0 sampai 99.99 persen akan setuju bahwa mereka memang cantik.

    Saya pernah bertanya kepada guru fisika, berapakah nilai sepuluh juta dikurangin sepuluh ? 10000000-10 = 10000000. Artinya, 10 poin diatas tidak terlalu signifikan nilainya, sehingga bisa diabaikan.

    Celakanya, mereka yg memvoting “tidak cantik” atau “biasa saja” akan dipertanyakan kesehatan mentalnya.

    Permisalan kecantikan diatas, berlaku juga untuk kebaikan dan kebenaran, yang walaupun relatif, tapi sangat terukur.

    Reply
  9. Mahendra
    November 12, 2014 at 10:11 am

    Master of Life sekali bapak tua itu

    Reply
  10. ari
    November 10, 2014 at 4:11 pm

    abng tidak beragama?

    Reply
  11. wahyuadi Pras
    November 8, 2014 at 12:47 pm

    artinya mengandalkan diri sendiri ya bro ronald?

    Reply
    • wahyuadi Pras
      November 8, 2014 at 12:48 pm

      atau bisa juga, kita menuntun diri kita sendiri?

      Reply
  12. danoe
    November 8, 2014 at 12:19 pm

    setuju saya ithu bang.

    Reply

Tulis Komentar Anda

Arsip Episode | Jadwal TalkSHOW | Dukung RonaldTALKS
YouTube | Facebook | Twitter