November 2014 archive

| 9 Komentar

Kesabaran ada batasnya atau tidak?

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan sebuah pertanyaan seperti ini: “Ron, kata lo kesabaran itu ga ada batasnya, terus ada saat lo bilang kesabaran ada batasnya! gimana sih? DASAR LABIL!”

Entah orang tersebut mau bertanya, atau dia hanya sekedar menjalankan peran nya sebagai haters. But anyway, mana yang benar? Apakah kesabaran ada batasnya, atau tidak? ..atau Ronald Frank hanya orang labil?

Mari saya jelaskan.

Kesabaran adalah aktifitas menunggu sesuatu yang belum datang. Misalnya jika kita sabar menghadapi pasangan yang perilakunya tidak sesuai keinginan kita, maka kita MENUNGGU saat dimana pasangan berubah. Jika ada orang yang kita suka tapi dia tidak peka-peka, maka kita MENUNGGU seseorang itu untuk PEKA terhadap perasaan yang kita punya. Jika kita mengharapkan mantan pacar untuk balikan, maka kita MENUNGGU momen dimana mantan pacar dapat balikan, dan lain-lain.

KESABARAN membuat kita BERADA DISAAT INI, namun PIKIRAN dan EKSPEKTASI kita berada dimasa depan. Kita bagaikan DITARIK kesatu sisi (SAAT INI) dan ditarik juga kesisi lain (MASA DEPAN). Tarikan ini menyebabkan RASA SAKIT karena menunggu sesuatu yang tidak pasti. Itulah yang disebut dengan “KESABARAN”.

Jika DESKRIPSI kesabaran adalah seperti diatas, maka kesabaran tersebut ADA BATASNYA. Kenapa? karena kamu TIDAK AKAN TAHAN apalagi KUAT menahan RASA SAKIT yang ditimbulkan oleh TARIKAN kondisi saat ini dan ekspektasi masa depan yang kerap tidak datang-datang. Semua tinggal masalah waktu akan berapa lama kamu sanggup “bertahan”.

Jadi apakah kesabaran ada batasnya? YA!

Namun ada JENIS KESABARAN yang lain, yaitu KESABARAN SESUNGGUHNYA. Kesabaran sesungguhnya tidaklah MENUNGGU apa yang belum datang, ia hanya hidup untuk SAAT INI. Jadi APAPUN yang terjadi saat ini, IA TERIMA. Tidak ada ekspektasi akan masa depan. Ia bahkan *TIDAK SADAR* bahwa dia sabar, karena ia tidak menunggu apapun.

Itulah kesabaran yang TIDAK ADA BATASNYA.

KEUNTUNGAN menjadi orang yang benar-benar sabar adalah, kamu akan lebih bahagia dan sukses dibandingkan orang yang sekedar “sabar”. Kenapa? ..karena kamu tidak akan terlalu banyak beban pikiran dan dapat lebih berfikir jernih.

Orang yang benar-benar sabar memang memiliki TUJUAN, GOAL dan VISI, namun ia tidak ber-ekspektasi atau “sabar menunggu” dan mengharapkan HASIL. Ia hanya FOKUS kepada PROSES yang ada pada SAAT INI, untuk melakukan yang terbaik. Itulah kenapa dia kerap berhasil dan bahagia.

Kebalikan nya, orang yang memiliki ekspektasi akan MERASA SAKIT saat menunggu HASIL yang belum kunjung datang. Ini menyebabkan ia tidak maksimal menjalankan PROSES yang ada SAAT INI. Itulah kenapa ia kerap sengsara.

Lalu bagaimana jika urusan nya soal cinta-cinta-an? Seperti menghadapi pasangan yang perilakunya tidak sesuai keinginan, atau menghadapi orang yang tidak PEKA, atau mengharapkan mantan pacar untuk balikan? ..apakah kita harus “sabar dan bertahan”? ..atau bagaimana?

Jawaban nya SIMPLE.

Lakukan apa yang ingin kamu lakukan TANPA EKSPEKTASI. Contohnya jika kamu tidak suka dengan perilaku pasangan, pilihan mu hanyalah: TERIMA DIA APA ADANYA dan mensyukuri nya, atau PERGI. Jika kamu kerap dicurangi dan dibohongi, kamu dapat memberikan kepercayaan kembali TANPA EKSPEKTASI “semoga dia tidak berbohong lagi”, atau PERGI.

Se-simple itu.

“Berjuang” dan “bertahan” bukanlah cermin dari kesabaran. “Berjuang” dan “bertahan” hanyalah kata lain dari pemaksaan kehendak yang penuh ekspektasi. Kesabaran sesungguhnya tidak memerlukan perjuangan atau mengharuskan kamu bertahan. Kesabaran sesungguhnya adalah PENERIMAAN TOTAL akan apa yang kamu putuskan SAAT INI. Kesabaran sesungguhnya adalah rasa syukur akan apa yang ada SAAT INI.

Jadi, apakah kesabaran ada batasnya?

Tergantung kesabaran mana yang kamu bicarakan.

-RF-

Jika suka, berbagilah:
| 6 Komentar

Merubah Benci jadi Cinta

RonaldTALKS kali ini membahas: Merubah benci menjadi cinta, dimana cinta tidak lagi murni, sehingga lebih banyak benci dan sakit hati dibandingkan cinta.

Sesi tanya jawab pada acara RonaldTALKS #6

Jika suka, berbagilah:
| 2 Komentar

TUHAN tidak pernah memberi cobaan

Ron, percaya dengan cobaan yg dikasih Tuhan? ato lebih memilih untuk menyebutnya jalan yg dikasih Tuhan buat mencapai apa yg kita inginkan melebihi ekspektasinya?

Tidak ada yg namanya pencobaan dari TUHAN.

Semua yang terjadi dalam hidupmu sudah digariskan. Kamu hanya perlu memainkan peran sesuai garis tersebut. Saat inginmu tidak sesuai dengan garis itu, kamu sebut itu sebagai cobaan. Padahal itu hanyalah alasan EGO mu agar tidak berjalan sesuai kehendak NYA.

Free will atau pilihan hidup hanya ada 2, yaitu: Mengikuti ingin mu, atau mengikuti kehendak NYA.

Saat kamu mengikuti inginmu, kamu mungkin saja berhasil, namun kamu akan kecewa karena kerja keras mu hanya akan memberimu kebahagiaan semu, bukan kebahagiaan total.

Saat kamu mengikuti kehendak NYA, disitulah keajaiban terjadi, disitulah KEJUTAN untuk mendapatkan sesuatu diluar ekspektasi.

Sesuatu yang melebihi ekspektasi berada diluar jangkauan pikiranmu. Jangan batasi diri dengan apa yang kamu pikir mungkin. Biarkan jalan NYA yang penuh misteri memberikan mu banyak KEJUTAN, karena kejutan selalu lebih indah daripada sebuah kepastian.

-RF-

Jika suka, berbagilah:
| 13 Komentar

Apa yang kita cari dalam hidup ini?

Salah satu dialog penuh pencerahan dengan seorang bapak yang tampak biasa saja namun bagaikan sosok “guru spiritual” yang luar biasa bagi saya:

“Ronald, apa tujuan mu kesini?”

“untuk mencari KEBENARAN, pak!”

“Jangan cari kebenaran, karena tidak ada yang namanya kebenaran. Yang ada hanyalah PEMBENARAN. Masing-masing orang memiliki versi kebenaran masing-masing sesuai sudut pandang masing-masing. Kebenaran ku, belum tentu kebenaran mu, begitu juga sebaliknya. Jika kamu mencari kebenaran, kamu akan KEBINGUNGAN karena SEMUA ada BENAR nya. Kamu tidak akan dapat menjadi orang benar, karena benar-salah sifatnya relatif.”

“Kalau begitu saya akan mencari KEBAIKAN!”

“Jangan cari kebaikan. Karena definisi kebaikan adalah ‘apa yang orang sukai’. Jika ada hal-hal yang orang lain sukai dari kamu, maka kamu adalah orang baik, kamu adalah pahlawan. Jika ada hal-hal yang orang lain tidak sukai dari kamu, maka kamu adalah musuh dan penjahat. Kamu tidak akan dapat menjadi orang baik, karena baik-buruk sifatnya relatif.”

“Jika kebenaran dan kebaikan itu relatif, lalu apa yang sebenarnya harus saya cari dalam hidup ini?”

“Carilah dirimu yang sesungguhnya. Kebenaran dan kebaikan mu sendiri. Semua letaknya didalam hati nurani, bukan dari pengajaran orang lain, bukan dari doktrin atau dogma, bukan pula dari gulungan kitab yang saling menyalahkan satu sama lain. Hidup adalah eksplorasi diri. Jelajahi dirimu. Carilah apa yang benar MENURUT KAMU. Jika salah, luruskan jalan mu. SEMUA HAL adalah relatif. Oleh karena itu, hiduplah sebagaimana KAMU memilihnya, bukan sebagai apa yang orang lain pilihkan untuk kamu.”

Semenjak itu, saya tidak pernah bertemu dengan bapak itu lagi. Namun perkataan nya selalu saya ingat dan simpan di hati. Dialog yang merubah hidup saya. Dialog yang mengangkat jiwa dan pola pikir saya.

-RF-

Jika suka, berbagilah:
| 6 Komentar

Kesendirian, bukan kesepian

Pernahkah koko merasa kesepian?

Saya tidak pernah merasa kesepian karena saya menikmati kesendirian.

Masyarakat selalu berusaha memprogram kita bahwa kesendirian berarti kesepian. Itu pembodohan total.

Kesepian adalah kebencian akan diri sendiri, pelarian dari diri sendiri, ketidak mampuan untuk bersahabat dengan diri sendiri.

Saat seseorang membangun hubungan yang baik dengan dirinya, ia tidak akan pernah kesepian.

Orang yang kesepian tidak akan pernah mampu mencintai siapapun dengan tulus. Ia hanya akan menggunakan orang lain untuk menutupi kekosongan diri yang ia ciptakan sendiri.

Ia bisa bilang cinta, namun ia hanya mampu untuk menuntut orang lain agar menjadi apa yang ia mau. Itu ego, bukan cinta.

Cinta tidak menuntut. Cinta hanya kenal memberi dan menerima.

Orang yang mampu menikmati kesendirian tidak akan menuntut siapapun karena ia tidak berusaha menggunakan siapapun untuk menutupi kesepian nya.

Ia hanya tau memberi. Ia hanya tau menerima. Ia hanya tau untuk tulus mencintai.

-RF-

Jika suka, berbagilah:
| 13 Komentar

Jodoh

Apa yang akan kamu lakukan saat orang yang kamu cintai tidak berjodoh denganmu? Pernahkah kamu merasa demikan?

Yang saya lakukan adalah melepaskannya dengan penuh kerelaan, walaupun ego saya merasa sakit dan terpukul.

Jodoh bukanlah soal AKHIR, melainkan AWAL.

Jika YANG KUASA mempertemukan saya dengan seseorang SAAT INI, dialah jodoh saya UNTUK SAAT INI.

Jika saya sudah tidak lagi berjodoh dengan nya, itu memang HARUS TERJADI atas kehendak-NYA.

“TUGAS JODOH” adalah untuk membawa kita kesatu titik,

..agar kita mendapatkan pelajaran hidup yang UNIK, SPESIFIK dan PENTING untuk kita,

..agar kita lebih dalam meng-introspeksi diri dan mengenali diri kita yang sesungguhnya,

..agar kita dipersiapkan secara mental, emosi dan karakter untuk menyambut jodoh kita yang sesungguhnya.

Tindakan mengikat seseorang yang bukan lagi jodohmu adalah tindakan yang menghalangimu untuk menemukan jodohmu yang berikutnya, jodohmu yang sesungguhnya.

Saat kita berjodoh, HARGAI, NIKMATI, jalankan sebaik-baiknya.

Namun saat kita sudah tidak lagi berjodoh, lepaskan penuh kerelaan, lepaskan penuh ucapan terimakasih, atas semua pengalaman, keindahan dan pelajaran yang sudah kita lalui bersama.

Cinta itu indah, cinta itu anugrah YANG KUASA.

Tidak perlu ber-strategi. Biarkan cinta yang mengatur SEMUA nya. Biarkan cinta mengalir, kita cukup ikuti arah tujuan nya. Toh jodoh selalu ditangan-NYA. Jodoh sudah diatur oleh-NYA.

-RF-

Jika suka, berbagilah:
| 95 Komentar

Cinta beda Agama

Saat cinta merasuk ke jiwa, itu jelas ANUGRAH. Anugrah dari siapa? Anugrah dari YANG KUASA.

Lalu bagaimana jika ada yang saling cinta namun BEDA AGAMA? ..itu TETAP anugrah dari YANG KUASA.

Jika TUHAN mempertemukan, mengapa agama memisahkan? ..lebih spesifiknya, jika TUHAN mempertemukan, mengapa MANUSIA (dengan menggunakan agama) TEGA, RELA dan BANGGA untuk memisahkan?

Maafkan pandangan saya, namun jika saling cinta, JALANKAN walaupun BEDA AGAMA.

Kenapa?

..karena CINTA adalah ANUGRAH. CINTA tidak mengenal PERBEDAAN, karena sifatnya MENYATUKAN, bukan MEMISAHKAN. Yang sifatnya memisahkan adalah KEBENCIAN, PEPERANGAN dan EGO untuk mempertahankan KEYAKINAN.

Seseorang bisa saja ber-argumen bahwa: CINTA yang timbul kepada orang yang beda agama sebenarnya adalah UJIAN dari TUHAN untuk melihat apakah seseorang tersebut lebih memilih NAFSU atau ketaatan akan agamanya.

Namun jika seseorang tersebut TELITI, maka ia akan temukan bahwa CINTA bukanlah NAFSU. Jika memang TUHAN menguji, IA pasti menguji NAFSU, bukan CINTA.

CINTA: “PERASAAN yang kuat untuk MEMBERI, MENGASIHI dan MENYAYANGI”.

NAFSU: “KEINGINAN yang kuat untuk MENGUASAI, MENGAMBIL dan MEMUASKAN DIRI”.

NAFSU MAKAN berbeda dengan CINTA MAKAN. Seseorang yang NAFSU untuk makan memiliki tujuan untuk MEMUASKAN DIRI, sedangkan seseorang yang CINTA makan memiliki tujuan untuk merasakan INDAH nya makan.

Bagaimana mungkin CINTA yang penuh keindahan, kelembutan dan kasih sayang dapat disebut NAFSU?

CINTA adalah ANUGRAH dari YANG KUASA, bukan ujian.

Lalu seseorang juga bisa ber-argumen bahwa: CINTA yang timbul kepada orang yang beda agama sebenarnya adalah ujian dari TUHAN untuk melihat apakah seseorang tersebut lebih memilih TUHAN nya, atau manusia?

Jika teliti, seseorang tersebut akan menemui bahwa TUHAN terlalu besar untuk CEMBURU kepada seorang manusia. IA tidak layak untuk mencemburui seorang manusia. Hanya orang yang AROGAN yang berani berkata bahwa TUHAN cemburu kepada seorang manusia.

Lalu seseorang juga bisa ber-argumen bahwa: Saat seseorang CINTA kepada orang yang beda agama, maka orang tersebut akan MASUK NERAKA.

Jika teliti, seseorang tersebut akan sadar bahwa: hanya TUHAN yang ber-hak menentukan seseorang masuk surga atau neraka. Manusia TIDAK LAYAK untuk menentukan siapa yang masuk surga atau neraka. Jika memang TUHAN tidak mengizinkan dua orang yang berbeda agama untuk saling cinta, IA tentu tidak akan memberikan rasa itu sejak awal.

..dan jika KAMU adalah orang yang bingung akan apa yang harus kamu lakukan saat menghadapi cinta beda agama, maka JALANI SAJA, jangan takut, jangan BANYAK BERFIKIR. NIKMATI rasa itu, NIKMATI anugrah itu.

Lalu bagaimana dengan jenjang pernikahan nanti? ..bukankah sulit untuk menikah jika beda agama? ..bukankah nanti konflik dengan masing-masing keluarga? ..kalau punya anak nanti dia kasihan bingung milih agama!

TENANG, JANGAN TAKUT!

Jika memang CINTA, kalian akan TEMUKAN JALAN. Jika memang JODOH, semua masalah BISA DISELESAIKAN.

Mungkin TUHAN mempertemukan kalian yang berbeda agar kalian bisa belajar untuk saling menghargai.

Mungkin TUHAN mempertemukan kalian yang berbeda agar kalian bisa jadi inspirasi.

Mungkin TUHAN mempertemukan kalian yang berbeda hanya untuk sementara agar kalian bisa belajar dari pengalaman.

Apapun itu, CINTA adalah ANUGRAH.

HARGAI, JALANI, NIKMATI.

-RF-

Jika suka, berbagilah:
Arsip Episode | Jadwal TalkSHOW | Dukung RonaldTALKS
YouTube | Facebook | Twitter